• Rabu, 20 Oktober 2021

Gajah Ditemukan Mati Tanpa Kepala, 5 Pemburu Ditangkap Polisi

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:56 WIB
Tim BKSDA bersama mitra menekropsi (bedah bangkai hewan) gajah sumatera yang ditemukan mati tanpa kepala, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Gajah jantan itu diduga dibunuh dan kepalanya dipotong untuk mengambil gadingnya. (ANTARA/Hayaturrahmah)
Tim BKSDA bersama mitra menekropsi (bedah bangkai hewan) gajah sumatera yang ditemukan mati tanpa kepala, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Gajah jantan itu diduga dibunuh dan kepalanya dipotong untuk mengambil gadingnya. (ANTARA/Hayaturrahmah)

BANDA ACEH,harianmerapi.com-sebanyak lima ornag oemburu gajah diamankan polisi. Mereka dianggapbertangung jawab atas kematian seekor gajah di Aceh Timur. dengan sadis, pelaku meracuni gajah kemudian memenggal kepala karena mengincar gadingnya.

Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK) pun mendesak agar pelaku pembantaian gajah di Aceh Timur dihukum berat, sehingga memberi efek jera sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak berburu satwa liar.

Program Manajer LSGK, Missi Muizzan, Rabu (18/8/2021) mengatakan, mereka sangat mengapresiasi kerja keras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Aceh dalam pengungkapan kasus kematian gajah sumatera di Aceh Timur.

Baca Juga: Klaim Mengantuk di Balik Viral Bendera Merah Putih Terpasang Terbalik

“Harapannya pelaku pembunuh gajah ini dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku dan memberikan efek jera bagi pelaku,” kata Missi Muizzan dalam keterangan diterima di Banda Aceh.
Ia menjelaskan LSGK konsen dalam perlindungan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, salah satunya satwa liar yang dilindungi di Indonesia.

Pada Senin (16/8/2021) lalu, kata dia, Polres Aceh Timur berhasil menangkap lima orang terduga pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati tanpa kepala di area perkebunan sawit PT Bumi Flora di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Baca Juga: 20 Penyelam Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Lhokseumawe Aceh

“Kita berharap kepolisian juga mengandeng instansi lain untuk bersama-sama mengembangkan kasus ini guna menyasar sindikat perdagangan organ tubuh satwa lindung yang lebih luas lagi, yang selama ini bermain bebas di Aceh,” katanya.

“Paling penting hukuman bagi pelaku menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk tidak main-main melakukan perbuatan yang mengancam kepunahan satwa liar yang dilindungi,” katanya.

Sesuai dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kata dia, maka berhasilnya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem berkaitan erat dengan menjamin terpeliharanya proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan bagi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan manusia.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X