• Kamis, 26 Mei 2022

Taliban Kuasai Kabul, Presiden Ghani Tinggalkan Afghanistan

- Senin, 16 Agustus 2021 | 09:51 WIB
Arsip - Presiden Ashraf Ghani berpidato saat pelantikannya sebagai presiden Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Maret 2020.  (ANTARA/Reuters)
Arsip - Presiden Ashraf Ghani berpidato saat pelantikannya sebagai presiden Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Maret 2020. (ANTARA/Reuters)

NEW DELHI, harianmerapi.com - Kelompok gerilyawan Taliban menguasai ibukota Kabul, Minggu (15/8/2021). Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pun bahwa dia telah meninggalkan negara itu untuk menghindari pertumpahan darah.

Dalam sebuah unggahan di halaman Facebook-nya, Ghani mengatakan dia telah menghadapi keputusan yang sulit, dengan nasib jutaan penduduk Kabul dan keamanan kota menjadi taruhan setelah 20 tahun berperang, di mana banyak orang telah terbunuh.

"Untuk menghindari pertumpahan darah, saya pikir lebih baik pergi," tulis Ghani dalam komentar pertamanya sejak meninggalkan istana kepresidenan dan terbang ke luar negeri.

Dia menambahkan bahwa gerilyawan Taliban, yang kemudian memasuki istana presiden di Kabul, kini menghadapi ujian bersejarah.

Baca Juga: Ambil Lakon Dewa Ruci, KBRI Tokyo Gelar Wayang Kulit Berbahasa Jepang Sambut HUT ke-76 RI

"Taliban meraih kemenangan dengan pedang dan senjata, dan mereka bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rekan-rekan kita," kata dia.

Ghani tidak mengungkapkan rincian tentang lokasinya saat ini.

Saluran berita Al Jazeera, mengutip pengawal pribadi presiden, mengatakan Ghani, istrinya, kepala staf, dan penasihat keamanan nasionalnya telah terbang ke Tashkent di negara tetangga, Uzbekistan.

Sedang Taliban pada Minggu menyatakan perang telah berakhir di Afghanistan dan menyerukan hubungan damai dengan komunitas internasional.

Baca Juga: Tank Anoa Disiagakan, Keamanan di Kompleks Parlemen Diperketat

Juru bicara kelompok gerilyawan itu, Mohammad Naeem, dalam wawancara dengan stasiun TV Al Jazeera mengatakan bahwa Taliban tidak ingin hidup terisolasi.

Dia mengatakan aturan kekuasaan dan bentuk pemerintahan akan segera diselesaikan.

Taliban menghormati hak-hak perempuan dan kaum minoritas, serta kebebasan berekspresi dalam hukum syariat Islam, kata Naeem.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X