• Selasa, 30 November 2021

Tujuh Belasan di Masa Pandemi, Sederhana Tapi Penuh Makna

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 10:19 WIB
Sejumlah warga salah satu perumahan di Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memasang hiasan bernuansa Merah Putih untuk menyambut HUT Ke-76 RI, belum lama ini.  ((ANTARA/Hari Atmoko))
Sejumlah warga salah satu perumahan di Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memasang hiasan bernuansa Merah Putih untuk menyambut HUT Ke-76 RI, belum lama ini. ((ANTARA/Hari Atmoko))

Jika ada oknum elite masih saja menyatakan tidak percaya dan bahkan abai terhadap serangan virus, patutlah dipertanyakan kualitas dan integritas kepemimpinan, serta tanggung jawab terhadap konstituennya. Toh pada akhirnya, di antara mereka pun ada yang tertular virus, butuh pemulihan, dan bahkan tak sedikit menemui ajal.

Kemerdekaan Indonesia dari penjajahan berabad-abad harus diraih dengan upaya bertahun-tahun mewujudkan jalinan persatuan dan kesatuan bangsa, hingga tercapai proklamasi 17 Agustus 1945.

Para pahlawan dan pendiri bangsa menggalang serta memelopori perjuangan meraih kemerdekaan. Ada yang melalui medan pertempuran bersenjata, tirakat pendidikan dan pencerahan, jalur politik dan diplomasi, kekuatan kesenian dan kebudayaan, serta tentu saja daya spiritual yang dibangun melalui doa terus-menerus secara takzim. Tak terhitung di antara mereka, bahkan bertaruh nyawa hingga berkalang Bumi Pertiwi.

Kiranya, begitu pula semangat pemaknaan kemerdekaan itu beroleh zaman yang tepat ditempakan pada era sekarang. Penjajahan virus mesti disudahi dan kemerdekaan darinya harus diraih dengan berjuang tak seorang diri.

Perjuangan agung membebaskan bangsa dari pandemi telah mengantarkan anak-anak terbaik bangsa menjadi pupuk penyubur spirit merdeka dari virus. Mereka, antara lain para dokter dan tenaga medis, peneliti dan pakar kesehatan, kepala daerah, tokoh agama, pemuka masyarakat, dan relawan berhati mulia.

Begitu pula dengan ratusan ribu warga dan orang-orang dekat kita yang harus berpulang karena terinfeksi virus. Selayaknya nestapa itu dipetik pemaknaannya menjadi kumpulan gereget perjuangan bersama membebaskan negeri dari pagebluk.

Kalau sekarang di mana-mana berkibar Merah Putih, meriah umbul-umbul, bertebaran "twibbon", dan semarak pernak-pernik Hari Kemerdekaan, itu semua bukan sekadar pemandangan kasat mata. Itulah orkestrasi seruan aktual atas pemaknaan spirit kemerdekaan dari belenggu virus.

Segala rupa semarak kibaran itu mesti dipandang sebagai teriakan lantang yang menggema, menghadirkan pemaknaan baru tentang persatuan dan kesatuan bangsa yang menjiwa, "Ayo merdeka dari pandemi!".*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X