Antisipasi cuaca ekstrem, Pemkab Sukoharjo siapkan bibit padi untuk petani terdampak bencana alam

- Rabu, 30 November 2022 | 15:20 WIB
Logo Kabupaten Sukoharjo  (Foto: sukoharjokab.go.id)
Logo Kabupaten Sukoharjo (Foto: sukoharjokab.go.id)

HARIAN MERAPI - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo siapkan bantuan bibit padi bagi petani terdampak bencana alam.

Kesiapan dilakukan sepenuhnya demi membantu terwujudnya ketahanan pangan dan terpenuhinya stok beras nasional.

Bantuan juga disiapkan terkait bibit ikan bagi petani ikan yang terkena banjir.

Baca Juga: Satu keluarga warga Kutoharjo Pati jadi korban penculikan, pelaku belum ditangkap polisi

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (30/11/2022) mengatakan, Pemkab Sukoharjo tetap berkomitmen membantu petani sekaligus memenuhi kebutuhan pangan nasional dengan menyiapkan bantuan bibit padi terkait ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Bantuan bibit padi disiapkan sebagai jaminan kepada petani agar terus menanam padi dan tidak perlu khawatir apabila terkena bencana alam.

"Pemkab Sukoharjo siap menyediakan bantuan bibit padi kepada petani terdampak bencana alam. Kesiapan dilakukan menyusul cuaca ekstrem sering hujan deras yang berakibat rawan banjir dan tanah longsor," ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah turun memantau beberapa wilayah terdampak banjir seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru, Grogol dan Mojolaban.

Baca Juga: Kapolres Sukoharjo resmikan TMC Satlantas Polres Sukoharjo termasuk ruang pemantauan ETLE

Hasilnya ditemukan beberapa lokasi sawah terendam banjir. Namun demikian kondisi tanaman padi masih bisa tumbuh dan tidak sampai mengalami kerusakan parah.

"Seperti di wilayah Kecamatan Weru beberapa hari lalu banjir menggenangi sawah. Kondisi tanaman padi masih baik dan tumbuh. Tidak sampai rusak parah dan hanya tambal sulam saja," katanya.

"Artinya dilakukan penanganan ulang hanya beberapa bibit saja dan itu sudah kami bantu juga," lanjutnya.

Banjir yang sudah terjadi dikatakan Bagas juga tidak sampai lebih dari seminggu. Sebab air yang menggenang tanaman padi segera surut dalam satu atau dua hari saja.

Baca Juga: Tangani warga terdampak gempa Cianjur, Polri bentuk Satgas Kesehatan, ini tugasnya

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X