• Jumat, 21 Januari 2022

Tenaga Kesehatan Menyesalkan Kabar Influencer Terima Vaksin Ketiga Covid-19

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:41 WIB
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 sebagai booster di RSCM Jakarta, Ahad (18/7/2021), perlindungan dari risiko tertular. (ANTARA/HO-Humas Kemenkes)
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 sebagai booster di RSCM Jakarta, Ahad (18/7/2021), perlindungan dari risiko tertular. (ANTARA/HO-Humas Kemenkes)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kabar yang menyebutkan adanya influencer mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster disesalkan tenaga kesehatan yang tergabung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi.

"Saya kira iya, kita sesalkan adanya kejadian itu. Bahwasannya nanti seluruh penduduk Indonesia dapat booster, itu kebijakan pemerintah," kata Harif Fadhillah, di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Harif Fadhillah menambahkan pemberian vaksin booster bagi tenaga kesehatan diutamakan karena mereka memiliki risiko tertular Covid-19 empat kali lebih besar dibandingkan warga biasa.

Baca Juga: 255 Ribu Dosis Vaksin Disiapkan Bagi Penyandang Disabilitas di 6 Provinsi Zona Merah Covid-19

"Kenapa nakes jadi prioritas karena berisiko tiga sampai empat kali daripada orang awam karena dia bekerja pada lingkungan yang faktanya bersinggungan dengan pasien Covid-19," ujar Harif Fadhillah.

Menurut dia, suntikan vaksin booster bagi nakes juga untuk membentuk daya tahan tubuh lebih kuat di tengah kasus Covid-19 yang masih tinggi.

"Apalagi dengan kondisi orang sakit yang hari ini meningkat. Kemarin rumah sakit penuh dan antre. Itu juga faktor yang menyebabkan perawat memerlukan daya tahan tubuh adalah pemberian vaksin. Itu yang jadi prioritas," kata Harif Fadhillah.

Data PPNI sebelumnya menyebutkan hingga Jumat, 9 Juli 2021, sedikitnya 373 perawat meninggal akibat terpapar Covid-19 dan dari jumlah itu, terbanyak dari Jawa Timur sebanyak 140 orang.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X