Terbukti suap IMB apartemen Royal Kedathon, Vice President Real Estate PT Summareco Agung Tbk divonis 3 tahun

- Selasa, 1 November 2022 | 05:30 WIB
 Persidangan pembacaan vonis terdakwa Oon Nusihono, Vice President Real Estate PT Summareco Agung Tbk di Pengadilan Tipikor pada PN Yogya  (Foto-Dok JCW)
Persidangan pembacaan vonis terdakwa Oon Nusihono, Vice President Real Estate PT Summareco Agung Tbk di Pengadilan Tipikor pada PN Yogya (Foto-Dok JCW)



HARIAN MERAPI - Terdakwa Oon Nusihono, Vice President Real Estate PT Summareco Agung Tbk akhirnya divonis 3 tahun penjara potong masa tahanan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Senin (31/10/2022).

"Menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana," ujar majelis hakim diketuai Muh Djauhar Setyadi SH saat membacakan amar putusannya.

Selain itu, terdakwa Oon juga dijatuhi didenda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Baca Juga: Mengenal varian Omicron XBB bergejala ringan seperti batuk pilek biasa, tapi....

Vonis majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang sebelumnya yang juga menuntut 3 tahun penjara.

Dalam perkara ini, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan suap Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan apartemen Royal Kedathon Kota Yogyakarta pada era Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Horoskop peruntungan Shio Ayam, Shio Anjing, Shio Babi, Selasa 1 November 2022, penting perawatan diri

Atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Untuk itu hakim memberikan waktu para pihak selama tujuh hari ke depan.*

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X