Nganjang tembakau di Temanggung untuk mewariskan tradisi pada generasi penerus

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 07:00 WIB
Festival lembutan menghadirkan keterampilan nganjang tembakau yang dilakukan para gadis di daerah penghasil tembakau di Temanggung  (Foto: Arif Zaini Arrosyid)
Festival lembutan menghadirkan keterampilan nganjang tembakau yang dilakukan para gadis di daerah penghasil tembakau di Temanggung (Foto: Arif Zaini Arrosyid)



HARIAN MERAPI - Festival Lembutan di lereng gunung Sindoro di Lapangan Desa Bansari Kecamatan Bansari Temanggung, menghadirkan tradisi ngrajang dan nganjang tembakau, Sabtu (29/10).

Tradisi pengolahan tembakau itu sebagai atraksi budaya dan even wisata, selain untuk melatih kemampuan para generasi penerus petani tembakau.

Petani berusaha menorehkan rekor dengan nganjang tembakau sepanjang sembilan puluh meter sesuai dengan tema utama "Nganjang Sembilan Puluh Meter".

Baca Juga: Animo penumpang tinggi, masyarakat Sukoharjo terbantu transportasi umum terintegrasi

Bagi petani nganjang tembakau sebagai sebuah tradisi, sehingga harus diwariskan dari generasi ke generasi. Nganjang adalah menata tembakau rajangan basah untuk dikeringkan dirigen atau tempat menjemur tembakau yang dibuat dari bambu

Festival Lembutan tahun 2022 ini adalah yang kali ketiga, sebelumnya digelar pada 2018 dan 2019. Dan libut pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Festival Lembutan tahun 2022 Agus Zamroni mengatakan mereka yang terlibat untuk nganjang sebanyak 22 gadis yang sebelumnya tembakau dirajang dengan oleh 20 pemuda.

Baca Juga: Ramalan zodiak Aries dan Taurus dalam sepekan mulai 30 Oktober 2022, masa lalu dan kebahagian ke depan

"Panjang daun tembakau yang ditata atau para pemudi berhasil Nganjang sepanjang 90 meter tanpa putus," kata dia.

Dia mengatakan tembakau yang rajang dengan sistem lembutan, yakni menggunakan gobang dan bukan mesin.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X