• Rabu, 20 Oktober 2021

Harga Capai Rp 25 Ribu Per Kilo, Petani Bawang Merah di Bantul Bersiap Untung Besar

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:07 WIB
Petani mulai panen bawang merah di Bantul mulai panen. (Riza Marzuki)
Petani mulai panen bawang merah di Bantul mulai panen. (Riza Marzuki)

BANTUL, harianmerapi.com - Berbeda dengan petani cabai yang merugi setelah harga anjlok, para petani bawang merah di Bantul justru gembira menyambut harga komoditas bumbu yang tengah meroket ini. Bagaimana tidak, harga bawang merah meningkat drastis menembus Rp 25 ribu tiap kilogramnya. Mereka berharap harga itu bertahan hingga masuk masa panen sepekan lagi.

Sebagian petani di Kapanewon Sanden misalnya, mendapat tawaran harga cukup tinggi dari tengkulak yang hendak membeli bawang merah. Di tingkat pengepul, harga bawang merah sudah mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Beberapa pengepul bahkan bersedia memberi uang muka agar petani tidak menjual bawang merah hasil panennya kepada pengepul lainnya.

"Sekarang sudah ada yang mulai panen meskipun baru sedikit, saya tanam dua petak sekitar sepuluh hari lagi bisa panen," sebut salah satu petani Sanden, Rujito, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Bupati Sleman Menyerahkan Bantuan Sosial kepada 200 Warga Kalurahan Triharjo yang Menjalani Isolasi Mandiri

Dia melanjutkan, dengan harga bawang merah Rp 25 ribu perkilo menurutnya pasti akan menguntungkan petani. Pasalnya dengan harga Rp 15 ribu per kilo saja petani sudah bisa menutup ongkos tanam, baik pengolahan lahan, bibit, dan pupuk.

"Untuk lahan pasir di Samas mayoritas tanaman bawang merah, jadi panen raya seminggu lagi kemungkinan petani akan untung besar," ungkapnya.

Bendahara Perkumpulan Forum Komunikasi Petani "Ngremboko Nir Sambikala" Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Abdul Mukid membenarkan jika hampir seluruh lahan pertanian di Kalurahan Srigading dan sekitarnya ditanami bawang merah. Masa tanam di wilayah itu juga bersamaan, sehingga panen raya juga dilakukan bersama.

Baca Juga: Aneka Tanaman Hias Merambat Masih Diburu Hobiis Saat PPKM

"Ya masa tanam kali ini menjadi rejeki petani bawang merah disaat pandemi," sebutnya.

Meski begitu, nasib mujur petani ini tidak pasti dialami setiap tahun. Diakuinya pada masa tanam sebelumnya harga bawang merah sempat anjlok karena panen bersamaan dengan panen raya bawang merah di Pantura Jawa dan juga wilayah Jawa Timur.

"Kalau panen raya bareng-bareng pasti melimpah stoknya dan harganya jatuh," pungkasnya. *

 

 

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

Selain Klaster Tilik, Muncul Klaster Senam di Bantul

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:59 WIB
X