• Sabtu, 26 November 2022

Kompor listrik dibatalkan, permintaan gas 3 kilogram tinggi

- Kamis, 29 September 2022 | 18:55 WIB
Ilustrasi. Gas bersubsidi akan diatur Pemerintah tahun depan agar lebih tepat sasaran (Antaranews.com/Antara Foto)
Ilustrasi. Gas bersubsidi akan diatur Pemerintah tahun depan agar lebih tepat sasaran (Antaranews.com/Antara Foto)

 

HARIAN MERAPI - Kuota gas 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo diminta tidak bocor dengan dijual ke luar daerah. Hal sama berlaku untuk daerah lain.

Pengetatan dilakukan agar sistem zonasi tetap berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini diterapkan mengingat kebutuhan gas tinggi ditengah pembatalan migrasi energi ke kompor listrik.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo Iwan Setiyono, Kamis (29/9/2022) mengatakan, sesuai ketentuan pemerintah dan PT Pertamina bahwa di masing-masing daerah sudah mendapatkan alokasi kuota gas 3 kilogram sendiri.

Baca Juga: Pengalaman misteri Dido sepulang nonton konser band kesayangan di gedung, siapa yang bersamaku semalam?

Hal tersebut terlihat dari segel elpiji bersubsidi yang disalurkan setiap hari.

Segel tersebut dimaksudkan sebagai penanda untuk mempermudah pengawasan petugas. Untuk Kabupaten Sukoharjo gas 3 kilogram mendapatkan kuota segel warga hijau.

Disdagkop UKM Sukoharjo meminta distribusi gas 3 kilogram dilakukan oleh SPBE, agen, pangkalan dan pengecer sesuai ketentuan berlaku.

Elpiji bersubsidi harus disalurkan khusus di wilayah Kabupaten Sukoharjo saja. Pengaturan tersebut sudah sesuai dengan kebijakan dari pemerintah terkait zonasi.

Sanksi tegas akan diberikan apabila ditemukan praktik pelanggaran terkait distribusi gas 3 kilogram. Hukuman diberikan sebagai efek jera mengingat kuota yang diberikan wajib didistribusikan ke masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X