• Kamis, 1 Desember 2022

Pengamat: Publik harus turut mendorong agar koalisi tidak hanya dua poros dalam Pilpres tahun 2024

- Senin, 26 September 2022 | 22:27 WIB
Ilustrasi Pilpres tahun 2024 (Kpu.go.id)
Ilustrasi Pilpres tahun 2024 (Kpu.go.id)

HARIAN MERAPI - Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024, publik harus ikut mendorong agar tidak hanya ada dua poros saja.

Survei Litbang Kompas menemukan 62,4 persen responden meyakini bahwa koalisi partai politik (parpol) yang terbentuk saat ini sangat berpeluang berubah.

Komitmen partai politik yang terjalin hingga kini belum bisa menjamin gambaran koalisi sesungguhnya untuk tahun 2024.

Baca Juga: Jogja Air Show kembali digelar, ajang promosi destinasi wisata Pantai Samas, Depok dan Parangtritis

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai peta koalisi masih akan berubah hingga 2024.

Semua partai masih melakukan penjajakan dan komunikasi politik. Partai saling menjajaki kemungkinan-kemungkinan untuk 2024.

"Itu tidak mudah disimpulkan. Kalau saya masih dalam taraf saling menjajaki, mereka butuh chemistry, butuh platform yang sama dan saling menguntungkan. Tentu mereka berpikir dua hal, pileg-nya oke, pilpres-nya ok," ujarnya.

Menurut Zuhro, melihat dinamika politik yang sedemikian cair membutuhkan partisipasi aktif dari publik dan suara dari masyarakat sipil untuk mendorong agar Pilpres tidak diikuti hanya dua pasangan calon (paslon).

Pilpres 2019 sudah cukup memberikan pelajaran atas dampak yang ditimbulkan ketika hanya 2 paslon.

"Jadi menurut saya kalau kita gak aktif seperti 2014 dan 2019, pasti dua poros, yang mereka sukai saja. Untuk apa pisah-pisah, bikin energi terkuras, toh gak menang. Maka, sekarang ini sangat tergantung pada civil society," ujarnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ridwan Kamil dinilai bisa melengkapi Partai Golkar

Senin, 28 November 2022 | 18:08 WIB
X