• Kamis, 8 Desember 2022

Tokoh nasional pecinta keris akan hadiri Musyawarah Agung Senapati Nusantara di Bantul 16-18 September 2022

- Kamis, 15 September 2022 | 07:30 WIB
Koleksi keris Senapati Nusantara, induk organisasi dari paguyuban keris seluruh Indonesia yang akan dipamerkan dalam Musyawarah Agung Senapati Nusantara pada 16-18 September 2022 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  (ANTARA/HO-Senapati Nusantara)
Koleksi keris Senapati Nusantara, induk organisasi dari paguyuban keris seluruh Indonesia yang akan dipamerkan dalam Musyawarah Agung Senapati Nusantara pada 16-18 September 2022 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/HO-Senapati Nusantara)

HARIANMERAPI.COM - Sejumlah tokoh nasional yang juga pecinta keris akan meramaikan Musyawarah Agung Senapati Nusantara, induk organisasi dari 73 paguyuban keris seluruh Indonesia, yang akan diadakan pada 17 September 2022 di Kabupaten Bantul.

Ketua Sterring Committee (SC) Musyawarah Agung, Nurjianto, saat jumpa pers jelang Musyawarah Agung Senapati Nusantara di sekretariat Senapati Nusantara, Bantul, Rabu (14/9/2022), mengatakan, Musyawarah Agung itu akan dibarengi dengan bursa keris terbesar di Indonesia di tempat yang sama dari 16-18 September 2022.

Baca Juga: Bursa dan pameran keris di Banyusumurup Bantul, dari aksesori hingga keris sepuh untuk pusaka tersedia

"Pak Hasto Kristiyanto kan Sekjen Senapati Nusantara, kemudian Mas Gibran Rakabuming, Bupati Kediri Anindhito Himawan Pramana adalah anak dari Bapak Pramono Anung, dan dari Keraton Yogyakarta nanti ada GKR Mangkubumi yang semua bersama-sama akan memikirkan apa yang terbaik untuk perkembangan Keris Nusantara," katanya.

Nurjianto, atau yang di kalangan pecinta keris biasa disebut sebagai Gus Poleng ini mengatakan, ada empat agenda utama dalam kegiatan Musyawarah Agung Senapati Nusantara, sebuah organisasi induk paguyuban keris se-Indonesia, pada tahun ini.

Yang pertama, pemilihan Sekjen dan Dewan Penasehat Senapati Nusantara periode 2022-2026, atau periode empat tahun ke depan. Yang kedua pameran keris-keris tua dan langka, yang dibarengi dengan agenda ketiga yakni bursa keris terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X resmikan Grha Keris Yogyakarta, terungkap sejarah keris ada sejak Abad 8

"Agenda keempat dan jadi agenda super penting yakni pengusulan 25 November sebagai Hari Keris Nasional," ujarnya.

Hal itu, karena sebagaimana diketahui, bahwa UNESCO telah menetapkan keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 25 November 2005, artinya sudah 17 tahun lamanya keris diakui dunia sebagai warisan budaya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X