• Kamis, 8 Desember 2022

Kondisi kesehatan semakin membaik, istri Kopda Muslimin pulang ke Asrama Batalyon Arhanud Semarang

- Kamis, 1 September 2022 | 09:10 WIB
Istri Kopda Muslimin, RW didampingi Ketua Persit KCK Daerah IV Diponegoro, Novita Widi Prasetijono (kanan) sebelum diperoblehkan pulang dari RSUP Dr Kariadi Semarang, Selasa (30/8/2022).  (Dok Pendam IV/Diponegoro)
Istri Kopda Muslimin, RW didampingi Ketua Persit KCK Daerah IV Diponegoro, Novita Widi Prasetijono (kanan) sebelum diperoblehkan pulang dari RSUP Dr Kariadi Semarang, Selasa (30/8/2022). (Dok Pendam IV/Diponegoro)


HARIANMERAPI.COM - RW (34) yang menjadi korban percobaan pembunuhan oleh suaminya sendiri Kopda Muslimin di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, pada 18 Juli 2022, akhirnya diperbolehkan pulang, Selasa (30/8/2022), setelah mendapat perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Kondisi RW semakin membaik setelah menjalani operasi penyembuhan luka tembak di bagian perut. Ia diperbolehkan pulang ke tempat tinggalnya di Asrama Batalyon Arhanud Semarang.

Selanjutnya RW akan menjalani rawat jalan serta home care yang ditangani oleh tim RS TK lll Bakti Wira Tamtama Kesdam lV/Diponegoro.

Baca Juga: Tragis! Usai otaki pembunuhan terhadap istrinya, Kopda Muslimin justru meninggal akibat keracunan

RW saat ini sudah mampu melakukan latihan berdiri, jalan serta makan sendiri. Kondisi fisik dan psikisnya pun akan terus dipantau oleh dokter serta menjalani beberapa treatment seperti fisioterapi, perawatan bekas luka dan mengkonsumsi obat yang telah ditentukan sehingga kondisi kesehatan dipastikan normal kembali dan bisa beraktivitas lagi.

Pada saat kepulangan dari RSUP Dr Kariadi ke tempat tinggalnya di Asrama Batalyon Arhanud Semarang, RW didampingi Ibu Novita Widi Prasetijono selaku Ketua Persit KCK Daerah IV/Diponegoro dan pengurus beserta Aspers Kasdam IV/Dip Kol Inf Hendi Ahmad Pribadi, S.I.P., dan Kakesdam IV/Dip Kol Ckm dr. Bima Wisnu Nugroho, Sp.THT., M.Kes., M.A.R.S.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada anggota, Ketua Persit KCK Daerah IV/Diponegoro juga memberikan santunan dan bantuan berupa uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama anak-anaknya.

Baca Juga: Kopda Muslimin minta uang ibu mertua, bukan untuk pengobatan tapi untuk bunuh istrinya

Sementara itu Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengungkapkan, dari hasil visum et repertum menyatakan bahwa Kopda Muslimin meninggal karena mati lemas atau keracunan zat toksik berupa sianida dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

"Dari hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida. Sedangkan sampel darah, otak besar, lambung, hati, ginjal kanan juga positif mengandung sianida. Sehingga diduga kuat Kopda M meninggal dunia karena bunuh diri dengan mengkonsumsi racun,” ungkapnya, Rabu (31/8).

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X