• Sabtu, 26 November 2022

Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY, Dinas Pariwisata gelar potensi Desa Wisata dan Pacak Sepuran Festival

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:30 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memberikan keterangan kepada wartawan  (Foto: Amin Kuntari)
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Amin Kuntari)

 

KULON PROGO, harianmerapi.com - Untuk memperingati satu dasawarsa UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, Dinas Pariwisata Kulon Progo menggelar dua kegiatan yakni Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona dan Pacak Sepuran Festival.

Dua kegiatan ini juga digelar untuk memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan, 2022 merupakan tahun kedua diselenggarakannya Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona. Tahun ini, ada 22 desa wisata yang menjadi peserta.

Baca Juga: Menyasar berkas APBD 2023, Kantor DPRD, Satpol PP dan Disperindag Pati dibobol maling

"Penilaian yang dilakukan adalah bagaimana kreasi dan inovasi pengembangan potensi desa wisata menjadi paket-paket wisata," kata Joko dalam jumpa pers di Kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo, Kamis (25/8/2022).

Ia menguraikan, penilaian Gelar Potensi Desa Wisata telah dimulai sejak Juli hingga 23 September 2022 dengan melibatkan sejumlah juri, di antaranya GKR Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY mewakili lembaga pariwisata.

Kemudian Octo Lampito selaku Pimpinan Redaksi SKH KR mewakili media, Bobby Ardyanto Setyo Ajie selaku Ketua GIPI DIY mewakili Lembaga Industri Pariwisata, Dr Ani Wijayanti selaku Dosen Universitas Bina Sarana Informatika mewakili akademisi dan Martha Sasongko selaku Presenter Jogja TV mewakili influencer.

Para juri akan menilai tiap desa selama 24 jam. Mereka diperlakukan sebagai wisatawan dan akan menilai paket wisata yang disajikan.

Baca Juga: Jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, bansos kompensasi harusnya disalurkan dalam kurun waktu 2-4 bulan

"Evaluasi ini sangat baik karena juri bisa memotret kehidupan masyarakat sekaligus menikmati paketnya. Menggunakan dana keistimewaan, masing-masing desa wisata diberikan subsidi Rp 20 juta dan akan dipilih enam terbaik untuk mendapat hadiah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 20 juta," terang Joko.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gula semut Kulon Progo terstandarisasi CSQA

Rabu, 16 November 2022 | 21:15 WIB

Teladani semangat pahlawan untuk membangun Kulon Progo

Kamis, 10 November 2022 | 21:30 WIB
X