• Minggu, 2 Oktober 2022

Kuasa hukum keluarga Brigadir J di Jambi minta agar kasus pembunuhan berencana diproses hukum lebih dulu

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:40 WIB
Kuasa hukum keluarga di Jambi almarhum Brigadir Yushua, Ramos Hutabarat dan Ferdy saat memberikan keterangan kepada media di Jambi. (ANTARA FOTO/Nanang Mairiadi)
Kuasa hukum keluarga di Jambi almarhum Brigadir Yushua, Ramos Hutabarat dan Ferdy saat memberikan keterangan kepada media di Jambi. (ANTARA FOTO/Nanang Mairiadi)

JAMBI, harianmerapi.com - Kuasa hukum keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) di Jambi, tidak sependapat dengan pengacara dari Jakarta.

Pengacara keluarga Brigadir J di Jambi, Ramos Hutabarat dan Ferdy meminta agar kasus pembunuhan berencana Yoshua di proses hukum lebih dahulu, baru kasus lainnya boleh menyusul, sehingga fokus untuk membuktikan pasal 340 KUHPidana bisa terungkap lebih dahulu.

"Hasil pertemuan antara tim pengacara dari Jakarta dengan keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Hutabarat yang saya dampingi tadi tidak bersependapat dengan langkah yang diambil tim pengacara Jakarta yang akan membuat lima laporan baru terkait kasus Yoshua tersebut dan kami ingin kasus pasal 340 KUHPindana bisa terungkap lebih dahulu di persidangan nanti," kata Ramos Hutabarat, di Jambi Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: Hempaskan Persik Kediri 2-1, PSIS naik ke peringkat tujuh

Alasan pihaknya sebagai pengacara keluarga Hutabarat tidak setuju dengan lima laporan baru karena diperkirakan akan membiaskan perkara utamanya kasus pembunuhan berencana ke arah yang tidak jelas.

Oleh karenanya, kuasa hukum keluarga menyatakan tidak masuk dalam kuasa hukum dalam lima laporan yang baru yang akan diajukan oleh tim pengacara Jakarta Kamaruddin Simanjuntak.

Sementara itu kuasa hukum Jakarta Kamaruddin Simanjuntak dan Irma Hutabarat ke Jambi guna mengambil atau meminta tandatangan surat kuasa untuk melaporkan Irjen Ferdi Sambo dan Putri Chandrawati dalam lima laporan baru.

Baca Juga: Beda tipis, kenali uang kertas Rp100.000 edisi lama dengan yang baru keluaran tahun 2022

Di antaranya membuat laporan palsu dengan menyatakan almarhum Brigadir Yosua melakukan pelecehan seksual kemudian mengatakan almarhum Brigadir Yosua menodongkan senjata padahal tidak benar dan laporan itu sudah dihentikan karena tidak ditemukan tindak pidananya.

"Maka itu mereka telah melanggar pasar 317, 318 KUHPidana juncto pasal pasal 556," kata Kamarudin saat tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas kasus penistaan agama oleh Roy Suryo lengkap

Kamis, 29 September 2022 | 18:38 WIB
X