• Minggu, 2 Oktober 2022

KIB luncurkan PATEN, Pakar Komunikasi : Program itu harus membumi

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Dok. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  (Foto : dokumentasi ekon.go.id)
Dok. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto : dokumentasi ekon.go.id)

HARIANMERAPI.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo memberikan apresiasi terhadap visi-misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang meluncurkan Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN).

Meski demikian, Suko Widodo mengatakan, KIB sepatutnya memperhatikan kondisi masyarakat akar rumput.

"Gagasan itu bagus memang. Saya lihat yang diundang para akademisi, rektor, pengusaha, tapi kan yang memilih masyarakat akar rumput yang pemikirannya tidak sampai pada globalisasi, inflasi, atau apalah. Mereka tidak mengerti," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: Cerita horor Mbah Gumpik tukang pijat yang nyaris jadi korban prank suster ngesot, ini yang dilakukannya

Widodo juga mengungkapkan kelemahan partai politik (parpol) secara umum adalah kemampuan dalam membumikan gagasan sehingga lebih menggena pada masyarakat bawah. Gagasan itu bisa berkontribusi pada pemenangan suara ketika mampu diserap oleh masyarakat.

"Kelemahan politik kita, parpol kita adalah membumikan gagasan. Maka gagasan itu baru bisa menang ketika dibumikan. Bagaimana gagasan itu bekerja di grass root," lanjutnya.

Dalam KIB, hal senada terjadi. Gagasan PATEN yang bagus belum diturunkan menjadi program yang bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

"KIB itu masih di awang-awang, hanya menjadi wacana para pemikir. Tapi bagi pelaku dan masyarakat luas kayaknya kok belum terbumikan dengan bagus. Itu yang menurut saya bagaimana gagasan itu dibumikan dengan bagus dengan bahasa sederhana dan sebagainya," tegasnya.

Baca Juga: Kapten PSIM Jogja Jodi Kustiawan Cedera Lutut

Widodo menekankan pentingnya penterjemahan dan penyampaian gagasan besar dengan cara yang mampu meyakinkan konstituen. Sebab saat ini, masyarakat tengah dilanda krisis kepercayaan terhadap partai politik.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas kasus penistaan agama oleh Roy Suryo lengkap

Kamis, 29 September 2022 | 18:38 WIB
X