• Rabu, 5 Oktober 2022

Pelaku penyekapan remaja putri di Pati ditangkap saat berada kapal yang ditumpanginya berlabuh di NTT

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:25 WIB
Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing SIK memberi keterangan kepada wartawan.  (Alwi Alaydrus)
Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing SIK memberi keterangan kepada wartawan. (Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Ph alias Banyak (23) akhirnya tidur di balik jeruji Mapolres Pati. Tersangka pelaku penyekapan terhadap korban Nm (15) tersebut, berhasil diringkus polisi.

Pelaku penyekapan remaja putri di Pati tersebut diringkus saat di atas kapal yang ditumpanginya belabuh di wilayah perairan Laut Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tersangka Ph naik kapal ikan dengan tujuan Papua. Saat kapal berlabuh di Alor NTT, kemudian dilakukan penangkapan," kata Kapolres Pati, AKBP Chritian Tobing, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga: HUT Ke 77 Kemerdekaan RI, 82 napi rutan Temanggung memperoleh remisi, seorang langsung bebas

Menurut Kapolres Pati lagi, tersangka Ph ternyata seorang residivis. Karena, sebelumnya pernah dipenjara atas kasus pencabulan dan pencurian.

Sebagaimana diberitakan, Ph diduga melakukan persetubuhan terhadap Nm. Kasus ini sempat menghebohkan masyarakat, pada awal Agustus.

Korban Nm ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kurus tak terawat dan dalam keadaan hamil, di rumah Banyak di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti.

Munculnya kasus di Alasdowo Kecamatan Dukuhseti tersebut, sempat menarik perhatian Menteri Sosial RI Tri Rismaharini.

Baca Juga: Polemik jilbab tidak perlu terjadi jika paham karakter pelajar Pancasila

Mensos sampai menyempatkan diri menjenguk korban Nm yang dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.

Kapolres Pati, AKBP Christian Tobing mengungkapkan, pelaku dan korban mulai berkenalan pada April 2022 lalu. Tersangka Ph kemudian datang ke rumah korban, pada saat kedua orang tuanya pergi bekerja.

"Korban dan tersangka Ph bertukar nomor HP, dan berlanjut terjadi komunikasi lewat aplikasi WhatsApp. Pada saat berhasil membujuk-rayu korban, suatu hari Ph datang menjemput korban di rumahnya, di Desa Keboromo Kecamatan Tayu. Kemudian korban dibawa ke rumah tersangka dan disetubuhi sampai selama sekitar empat bulan," jelas AKBP Christian Tobing.

Selama itu, korban Nm tinggal di rumah tersangka Ph, yang kondisinya kumuh dan tidak layak huni.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X