• Minggu, 2 Oktober 2022

Pameran Keris bertajuk Metaforma, edukasi bentuk dan pamor keris di luar pakem

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:20 WIB
Hedi Haryanto, Ketua Panitia Pameran Keris ‘Metafora’ di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/8/2022). ( Foto: Koko Triarko)
Hedi Haryanto, Ketua Panitia Pameran Keris ‘Metafora’ di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/8/2022). ( Foto: Koko Triarko)

 

SLEMAN, harianmerapi.com – Metaforma menjadi judul pameran keris kalawijan di Galeri Omah Dhuwung Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Pemilihan judul Metaforma ini lantaran keris yang dipamerkan merupakan keris yang melampaui pakem.

Metaforma adalah bentuk-bentuk yang melampaui, dan dalam tosan aji banyak terdapat pepacuh atau aturan-aturan baku terkait bentuk keris.

Baca Juga: Ditahan di Polda Metro Jaya, Roy Suryo tidak mendapatkan perlakuan khusus

Ketua panitia pameran, Hedi Haryanto mengatakan aturan baku tersebut berupa kesepakatan penggunaan simbol di dalamnya.

Khusus di Jawa, disepakati keris yang dianggap umum adalah keris lurus hingga luk 13.

Selebihnya disebut kalawijan, yang menurut Nayawirangka disebut “dhapur mboten baku”, misalnya keris luk 15 hingga 29.

Hal tersebut lahir dari konsep-konsep tertentu dengan penamaan khusus. Begitu pun dengan pamor yang memiliki aturan-aturan yang juga umum.

Dari segi bentuk, dikenal istilah pamor rekan dan pamor tiban. Pamor rekan dirancang oleh Mpu, sedangkan pamor tiban adalah pamor yang serta merta muncul dan dianggap sebagai pemberian semesta.

Baca Juga: Winger PSS Sleman waspadai dua pemain Barito Putera saat bertemu di Stadion Maguwoharjo Sleman besok malam

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X