• Kamis, 29 September 2022

Aliran Dam Colo di Sukoharjo, kebutuhan air petani tanam padi saat kemarau dijamin terpenuhi

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi: Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto meresmikan irigasi permpompaan di Ponjong. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul )
Ilustrasi: Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto meresmikan irigasi permpompaan di Ponjong. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul )



HARIAN MERAPI - Kebutuhan air petani untuk tanam padi bersumber dari aliran irigasi Dam Colo Nguter dijamin terpenuhi selama musim kemarau. Sebab stok air di Dam Colo Nguter dan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri masih melimpah.


Kendala justru dihadapi petani sawah tadah hujan dimana sudah kekurangan air dan terpaksa memenuhi kebutuhan melalui sumur pantek.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, Jumat (12/8) mengatakan, pengurus P3A Dam Colo Timur serta petani sudah melihat secara langsung kondisi stok air di Dam Colo Nguter dan di Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga: LRI UMY kerja sama Kemendikbud Ristek gelar pelatihan penulisan deskripsi permohonan paten

 

Hal itu dilakukan sebagai bentuk persiapan pemenuhan kebutuhan air petani tanam padi disaat musim kemarau serta jaminan hingga akhir tahun 2022 nanti.

Hasil pemantauan dilihat kondisi stok air di Dam Colo Nguter dan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri masih melimpah. Hal ini membuat pengurus P3A Dam Colo Timur dan petani lega. Sebab pemenuhan kebutuhan air untuk tanam padi bisa terpenuhi dan terjamin. Kebutuhan air dikatakan Jigong juga dirasakan petani disepanjang aliran irigasi Dam Colo hingga ke Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.

"Kemarau tidak ada masalah. Kebutuhan air petani untuk tanam padi terpenuhi dan terjamin dari suplai Dam Colo Nguter dan ditambah Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri," ujarnya.

Pengurus P3A Dam Colo Timur akan terus memantau stok air di Dam Colo Nguter dan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri selama musim tanam padi hingga akhir tahun 2022. Apabila ada kendala maka nantinya akan dikoordinasikan dengan petani dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sebagai pihak pengelola dua sumber air tersebut.

Baca Juga: Kasus 5 taruna PIP Semarang tewaskan juniornya, jaksa akhirnya ajukan kasasi

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daging bebek potong asal Pati kuasai pasar Jabodetabek

Senin, 19 September 2022 | 14:59 WIB
X