• Kamis, 29 September 2022

Warga Tlogomulyo gelar tradisi Nyadran Suro Kiai Kramat

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Ribuan warga Desa Tlogopucang Kandangan mengikuti tradisi nyadran suro di areal makam kiai Kramat  (Foto: Arif Zaini Arrosyid)
Ribuan warga Desa Tlogopucang Kandangan mengikuti tradisi nyadran suro di areal makam kiai Kramat (Foto: Arif Zaini Arrosyid)

TEMANGGUNG, harianmerapi.com - Embun pagi mulai menguap dan kicau burung bersautan menyambut kedatangan warga untuk menggelar tradisi nyadran Suro di Makam Kiai Kramat, Selasa (9/8/2022).

Pagi itu ribuan warga beriring ke makam Kiai Kramat yang berada di perbukitan di Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung, pepunden desa untuk berdoa dan bersyukur. Anak-anak, tua muda, lelaki dan perempuan datang bersama.

Warga membawa tenong berisi nasi putih, ingkung ayam jantan, jajan pasar dan berbagai jenis makanan tradisional serta buah. Tenong tersebut dipikul dan sebagian dijinjing.

Baca Juga: Muktamar 48 Muhammadiyah bakal gunakan Stadion Manahan, Gibran: Saya rekomensasikan panggung seperti APG 2022

Tidak hanya dari delapan dusun di Desa Tlogopucang, peserta nyadran juga dari luar desa, terutama warga yang mempunyai leluhur di desa tersebut. Mereka berharap mendapat berkah, limpahan rizki dan kesehatan dalam kehidupan.

Kepala Dusun Tlogupucang Tengah, Adhani mengatakan awal mula sadranan berasal dari nadhar dari warga Tlogopucang di zaman awal kemerdekaan. Nadhar itu menyebutkan akan menggelar sadranan jika Belanda sudah pergi dari Desa Tlogopucang dan tidak menjajah kembali.

"Makanya karena Belanda sudah tidak menjajah lagi, tiap tahun digelar sadranan di makam Kiai Kramat," kata dia.

Dia mengatakan sadranan sekaligus untuk menjalin kerukunan dan kegotongroyongan serta menanamkan kearifan lokal pada generasi penerus. Kearifan itu seperti mencinta dan menjaga keasrian lingkungan alam.

Baca Juga: Ferdy Sambo perintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J, Kapolri : Tidak ada tembak-menembak

Seorang sesepuh Sudarno mengatakan semula sadranan digelar pada 10 Suro, tetapi karena banyak warga yang menjalankan ibadah puasa Asyura kemudian di geser pada 11 Suro.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Regsosek BPS Temanggung melibatkan 1.372 petugas

Rabu, 21 September 2022 | 06:30 WIB
X