• Minggu, 2 Oktober 2022

Tradisi Suro Laku Mubeng Beteng Kraton Jogja tahun 2022 ditiadakan, begini penjelasan GKR Condrokirono

- Jumat, 29 Juli 2022 | 12:54 WIB
Pengumuman tradisi Suro laku mubeng beteng Kraton Jogja tahun 2022 ditiadakan. (Foto: instagram.com @gkr_condrokirono)
Pengumuman tradisi Suro laku mubeng beteng Kraton Jogja tahun 2022 ditiadakan. (Foto: instagram.com @gkr_condrokirono)


harianmerapi.com - Tradisi Suro laku Mubeng beteng Kraton Jogja tahun 2022 ini ditiadakan.
Informasi perihal laku Mubeng beteng Kraton Jogja jelang 1 Suro 2022/1956 Ehe ditiadakan tersebut disampaikan oleh GKR Condrokirono melalui akun instagramnya @gkr_condrokirono, Jumat (29/7/2022).

Dalam posting-nya, putri kedua Sultan HB X itu mengatakan Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng atau laku Mubeng beteng belum bisa dilaksanakan pada kesempatan ini.

Pada posting-an yang sama pula, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura atau Sekretariat Negara Kraton Jogjakarta tersebut mengumumkan akan digelarnya acara doa bersama dan macapatan.

\Baca Juga: Peruntungan Shio Kuda Sabtu 30 Juli 2022, melakukan perjalanan bisa sangat menyenangkan, mungkin ......

"Abdi Dalem Kraton Yogyakarta akan melaksanakan doa bersama dan macapatan di selasar Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, Kompleks Pelataran Kamandungan Lor (Keben), Keraton Yogyakarta, Jumat (29/7/2022) malam," tulis GKR Condrokirono pada pengumumannya tersebut.

Dia menjelaskan, bahwa acara doa dan macapatan dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa 1 Suro Ehe 1956 atau 1 Muharam 1444 H, akan diikuti oleh undangan secara terbatas sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Gusti Condro juga menyampaikan, pada tanggal 1-3 Agustus 2022 Pagelaran dan Kedhaton tutup untuk wisatawan.

Hal tersebut, karena adanya upacara siraman pusaka yang tertutup untuk umum.
Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng lebih familiar disebut laku mubeng beteng Kraton Jogja.

Baca Juga: Tradisi Grebeg Syawal Rutin Diselenggerakan Kraton Yogyakarta, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda

Tradisi tersebut digelar untuk menyongsong datangnya tahun baru Jawa, yang pada bulan pertama diawali dengan bulan Suro.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X