• Selasa, 9 Agustus 2022

Tekan Penyebaran Penyakit PMK, Sleman Terima 3.100 Dosis Vaksin dari Kementerian Pertanian

- Minggu, 26 Juni 2022 | 16:35 WIB
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memantau pelaksanaan vaksin PMK bantuan Kementerian Pertanian di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman  (Foto : Awan Turseno)
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memantau pelaksanaan vaksin PMK bantuan Kementerian Pertanian di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman (Foto : Awan Turseno)

SLEMAN, harianmerapi.com - Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan 3.100 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian RI.

Vaksin tersebut digunakan dalam rangka menekan penyebaran penyakit PMK di wilayah Kabupaten Sleman.

Penerimaan bantuan vaksin PMK diserahkan langsung oleh Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Nursapto Hidayat, sekaligus dilaksanakan launching (peluncuran) vaksin di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Kunjungi Rusia dan Ukraina, Ini Misi yang Dibawa Presiden Joko Widodo..

Dalam sambutannya Nursapto Hidayat menyampaikan, Kementan memberi bantuan vaksin PKM di wilayah Pemerintah DIY sebanyak 4.800 dosis. Jumlah tersebut Kabupaten Sleman menerima bantuan paling banyak yaitu 3.100 dosis.

Dijelaskan, untuk tahap awal pemerintah pusat fokus penanganan PMK pada sapi perah. Hal ini dilakukan karena sapi perah mempunyai masa umur lebih panjang dibanding sapi potong. Selain itu, sapi perah menghasilkan susu yang dapat menjadi sumber pendapatan harian peternak.

Pertimbangan lain, tidak sedikit peternak sapi perah yang mengembangkan usaha dengan mengajukan bantuan ke bank lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menambah modal usaha membeli sapi maupun sarana penunjang lain.

Baca Juga: Sejumlah Daerah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

Dijelaskan, prinsip kerja vaksin PMK hampir sama dengan vaksin yang digunakan untuk pencegahan Covid-19 yaitu harus dilaksanakan sebanyak tiga kali. Sehingga, bantuan yang telah diberikan agar segera dimanfaatkan secepatnya.

“Vaksin tahap pertama yang telah siap ini harus segera digunakan dan ditargetkan selesai pada 5 Juli 2022 agar vaksin tahap selanjutnya sekitar dua minggu lagi juga menjadi lebih cepat turun,” kata Nursapto.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X