• Kamis, 18 Agustus 2022

Siaran TV Digital Dapat Mendongkrak Perekonomian UMKM di Jogja

- Selasa, 21 Juni 2022 | 08:45 WIB
Tangkapan layar Plt Kepala Dinas Kominfo DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat memaparkan pentingnya migrasi TV digital.  (YouTube Kominfo DIY)
Tangkapan layar Plt Kepala Dinas Kominfo DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat memaparkan pentingnya migrasi TV digital. (YouTube Kominfo DIY)

JOGJA, harianmerapi.com - Peralihan siaran TV analog ke TV digital diproyeksikan dapat menumbuhkan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal memiliki UMKM banyak.

Siaran TV digital mampu menambah kecepatan jaringan internet sehingga dapat digunakan untuk memperlancar usaha mikro kecil dan menengah melalui loka pasar, media sosial maupun medium lainnya.

"Jangan ragu beralih ke TV digital karena bukan hanya bagus gambar dan jernih suaranya, canggih teknologinya, namun kesempatan menumbuhkan perekonomian sangat terbuka lebar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam Podcast Aruh-aruh Diskominfo DIY #2 Eps 3 ‘Migrasi TV Digital Indonesia’ yang ditayangkan lewat akun YouTube Kominfo DIY, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Digitalisasi TV di Indonesia Terlambat Dibanding Negara Tetangga, Ayo Sukseskan Tahapan ASO!

Dengan adanya jaringan internet yang memadai tersebut, menurut Ni Made, pelaku UMKM di Jogja dapat mengembangkan usahanya dengan ide-ide kreatif dan inovatif, untuk menarik pembeli di mana pun dan kapan pun.

Dikatakan, untuk dapat menerima siaran TV digital, masyarakat tidak harus membeli televisi baru. Pastikan televisi di rumah siap digital atau belum, dengan cara menengok apakah piranti TV sudah memiliki teknologi DVB-T2.

Jika belum, masyarakat hanya perlu membeli set top box (STB) bersertifikasi Kominfo dengan harga yang relatif terjangkau. Adapun STB gratis dibagikan kepada masyarakat miskin penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: Cara Mudah Beralih ke TV Digital, Tanpa Kuota Internet dan Biaya Berlangganan

Menurut Ni Made, saat ini televisi analog masih menggunakan frekuensi radio, sehingga ketika terjadi hujan, petir dan angin kencang, tayangan di televisi kerap terganggu.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: YouTube Kominfo DIY

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X