• Senin, 27 Juni 2022

Inflasi Indonesia Terkendali, Jokowi : Karena Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM, Gas dan Listrik

- Selasa, 24 Mei 2022 | 21:40 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Selasa (24/5/2022).  (ANTARA/Indra Arief.)
Tangkapan layar Presiden Jokowi dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Selasa (24/5/2022). (ANTARA/Indra Arief.)

JAKARTA, harianmerapi.com - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah berhasil mengendalikan inflasi, di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, inflasi Indonesia yang terkendali saat ini di kisaran 3,5 persen (year on year/yoy) karena upaya pemerintah dalam menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas dan juga listrik.

Padahal, kata Jokowi, harga komoditas energi dan pangan meningkat di pasar global.

“Kita alhamdulillah (inflasi) masih di 3,5 persen, patut kita syukuri karena kita tahan (harga) Pertalite, tahan gas, tahan listrik. Begitu kita ikutkan ke harga keekonomian, pasti inflasi kita akan mengikuti,” kata Presiden Jokowi dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC), Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Benarkah Ada Vaksin Covid-19 yang Tanpa Izin BPOM? Ini Jawaban Menko PKM...

Presiden mengatakan laju inflasi di Indonesia masih terkendali dalam beberapa bulan terakhir meskipun pasar komoditas global dihantui ketidakpastian setelah meningkatnya eskalasi militer di Ukraina.

Inflasi di Indonesia, kata Presiden, lebih terkendali dibanding negara-negara lain seperti Amerika Serikat yang sudah menyentuh 8,3 persen, atau bahkan Turki yang mencapai 70 persen.

Jokowi mengutarakan saat ini terdapat dua isu besar yang timbul karena ketidakpastian global, yakni harga barang energi seperti BBM, gas dan listrik, serta harga barang pangan.

Baca Juga: Waspadai Pelaku Perjalanan Mancanegara, untuk Antisipasi Penularan Penyakit Cacar Monyet

Untuk BBM, kata dia, Indonesia sudah menahan harga BBM agar tidak meningkat sebagaimana yang terjadi di negara-negara lain. Hal itu karena pemerintah terus memberikan subsidi melalui APBN agar harga yang dikenakan ke masyarakat tidak meningkat.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X