• Senin, 27 Juni 2022

KKN di Desa Penari (Nur Story) Bagian 33 : Permintaan Maaf Bima

- Jumat, 13 Mei 2022 | 21:30 WIB
KKN di Desa Penari (Nur Story), kisah yang diunggah oleh akun Twitter Simple Man, yang viral 2019 dan kini diangkat ke layar lebar.  (Foto: Twitter Simple Man)
KKN di Desa Penari (Nur Story), kisah yang diunggah oleh akun Twitter Simple Man, yang viral 2019 dan kini diangkat ke layar lebar. (Foto: Twitter Simple Man)

JOGJA, harianmerapi.com – Kisah KKN di Desa Penari mencapai puncak dengan datangnya sebuah petaka.

Petaka dalam kisah KKN di Desa Penari menimpa Ayu dan Bima, keduanya masih punya raga, tapi tidak dengan sukmanya, dan Widya, akhirnya bisa ditemukan.

Kisah KKN di Desa Penari berakhir dengan nasib KKN mereka ditentukan, 4 anak yang tersisa, termasuk Bima dan Ayu, pun ditarik ke luar desa.

Kisah KKN di Desa Penari, konflik, dan petaka itu, diungkap Nur, salah satu tokohnya, kepada Simple Man, pemilik akun Twitter @SimpleM81379523, yang diunggah tahun 2019, dan viral.

Baca Juga: Piala Thomas, Inilah Susunan Tim Indonesia Melawan Jepang

Harian Merapi mencoba menyajikan cerita asli KKN di Desa Penari Nur Story atau versi Nur, dengan melansir thread akun Twitter Simple Man @SimpleM81379523.

KKN di Desa Penari (Nur Story) Bagian 33: Sesal Bima.

Pengalaman KKN mereka berakhir, ditarik kampus, tanpa nilai, Widya, Nur, Wahyu dan Anton kembali ke asal.

Widya, kata Nur, membutuhkan waktu lama untuk pulih, itu kabar yang ia dengar.

Nur, yang sahabat Bima sejak di pondok pesantren, menjelaskan persoalan selama KKN kepada abah dan umi, orang tua Bima.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X