• Senin, 27 Juni 2022

Bangunan Banyak Terbuat dari Bambu Asal Purworejo, Salah Satu Ciri Khas Nglaras Roso

- Minggu, 8 Mei 2022 | 11:30 WIB
Kompleks pasar seni dan kuliner Nglaras Roso saat malam hari.  (Foto: Sulistyanto)
Kompleks pasar seni dan kuliner Nglaras Roso saat malam hari. (Foto: Sulistyanto)

SLEMAN, harianmerapi.com – Lokasi kuliner yang menyediakan aneka makanan maupun minuman mudah ditemukan di berbagai tempat. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, seperti soal tampilan bangunannya.

Sebagai contoh ketika menyambangi kompleks Nglaras Roso di kawasan Sidomulyo Godean Sleman, bangunannya banyak terbuat dari bambu-bambu. Tak hanya lapak-lapak yang untuk berjualan, namun juga sampai gapura pintu gerbang sampai panggung seni.

Bahkan ada lagi meja-meja terbuat dari bambu serta rangkaian bambu (gethek) digunakan sebagai penutup resapa air yang memanjang baik di bagian kanan maupun kiri.

Baca Juga: Hasil Bundesliga, Union Pecundangi Freiburg, Leverkusen Melaju ke Liga Champions

“Kami merancang tempat ini bukan sekadar sebagai food court, namun sebagai pasar seni dan kuliner. Meski baru dibuka 27 Maret 2022 lalu, warga datang ke sini sudah banyak,” papar salah satu pengelola Nglaras Roso, Meryl Fisio, baru-baru ini.

Menurutnya, lapak untuk berjualan kuliner dan kerajinan ada 20 di bagian kanan dan 20 bagian kiri (memanjang ke arah barat-timur). Lalu di bagian timur ada panggung seni, dan secara berkala bisa untuk pentas seni musik, tari, teater, bahkan senam massal.

“Pihak dari Dinas Kebudayaan Sleman pernah juga menggelar acara di Nglaras Roso, bahkan sejumlah agenda yang diprakarsai Dinas Kebudayaan Sleman dijadwalkan bisa dilaksanakan di sini,” terangnya.

Baca Juga: Ilustrator Komik Superhero George Perez Meninggal, Ini Karya Besarnya

Beberapa lapak kuliner, sebut Meryl, memiliki masakan tradisional ataupun masakan khas Jogja, antara lain ada gudeg, geblek dan jajanan tradisional ataupun menggunakan bahan dasar lokal.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X