• Senin, 23 Mei 2022

Pintu Kedatangan dari Sejumlah Negara Dibuka, Ketua Satgas : Supaya Tidak Timbul Protes

- Senin, 17 Januari 2022 | 20:15 WIB
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).  (ANTARA/Andi Firdaus)
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022). (ANTARA/Andi Firdaus)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Pembukaan kembali pintu kedatangan dalam negeri untuk pelaku perjalanan dari sejumlah negara yang terjangkit Omicron, dimksudkan untuk menjaga hubungan dan stabilitas ekonomi.

"Virus Omicron sudah menyebar di 150 negara lebih, jadi kalau hanya menutup 14 negara, timbul protes, ketidakadilan," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto usai menghadiri Rapat Evaluasi PPKM Natal dan Tahun Baru di Gedung Kemenko PMK Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022) sore.

Ia mengatakan kebijakan tersebut juga diiringi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. "Saat ini sudah tidak dibatasi (kedatangan luar negeri), tapi tetap karantina tujuh hari," katanya.

Baca Juga: Gempa Bumi Banten, 2.224 Rumah Rusak Tersebar di 30 Kecamatan dan 167 Desa

Ketetapan masa karantina selama sepekan bagi pendatang luar negeri, kata Suharyanto, karena para ahli mengatakan bahwa masa inkubasi dari Omicron 3-6 hari. "Bahkan, di Amerika Serikat, lima hari sudah dianggap sembuh," katanya.

Ia mengatakan dibukanya kembali pintu kedatangan luar negeri adalah salah satu cara agar kesehatan dan ekonomi tetap terjaga serta hubungan dengan negara lain juga tetap dijaga dengan baik.

Suharyanto menambahkan angka positif Covid-19 di Indonesia sejak Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 terus bergerak naik dan masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Baca Juga: Jika Muncul 6 Tanda-tanda ini, Ada Tiga Cara Membersihkan Tubuh (Detox) Menurut Zaidul Akbar

PPLN yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta mencapai 89 persen. "Jadi, kita tetap waspada, tapi tidak perlu panik, karena kasus di Indonesia tidak terjadi seperti di Inggris dan Amerika Serikat," ujarnya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB

Diberhentikan IDI, Terawan Bergabung ke PDSI

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:30 WIB
X