• Minggu, 23 Januari 2022

Inilah Catatan Sejarah Gempa yang Merusak di Sekitar Selat Sunda/Banten Periode 1851 Hingga 2019

- Jumat, 14 Januari 2022 | 20:35 WIB
Tangkapan layar Konferensi pers BMKG di Jakarta, Jumat (14/1/2022) perihal gempa bumi magnitudo 6,6 di wilayah Banten, ( FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Info BMKG)
Tangkapan layar Konferensi pers BMKG di Jakarta, Jumat (14/1/2022) perihal gempa bumi magnitudo 6,6 di wilayah Banten, ( FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Info BMKG)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Berdasarkan catatan sejarah, telah terjadi delapan kali gempa yang merusak di sekitar Selat Sunda/Banten. Mulai dari periode 1851 hingga Agustus 2019, sebelum gempa 6,6 M mengguncang pada Jumat sore.

"Perlu kami sampaikan berdasarkan catatan sejarah kegempaan, sejak 1851 hingga 2019, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di wilayah tersebut," ujar Kepala BMKG Dwikorita KarnawatiDwikorita dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Ia merinci pada Mei 1851 gempa kuat di sekitar Teluk Betung dan Selat Sunda menyebabkan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter, namun tidak ada laporan berapa kekuatannya. Kemudian pada 9 Januari 1852, gempa yang juga tidak diketahui kekuatannya menyebabkan tsunami kecil.

Baca Juga: Alat Pemantauan Gunung Api Sumbing Hilang, Pemantauan Kini Mengandalkan Visual-Manual

Pada 27 Agustus 1883 terjadi tsunami di atas 30 meter akibat letusan Gunung Krakatau. Lalu pada 23 Februari 1903 terjadi gempa magnitudo 7,9 yang berpusat di selatan Selat Sunda dan menyebabkan kerusakan di Banten.

Pada 26 Maret 1928 terjadi tsunami kecil yang teramati di Selat Sunda pasca gempa kuat, namun tidak diketahui berapa kekuatan getarannya. Pada 22 April 1958 terjadi gempa kuat di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut/tsunami.

Pada 22 Desember 2018 terjadi longsoran akibat letusan Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami. Terakhir pada 2 Agustus 2019 terjadi gempa magnitudo 7,4 yang merusak di Banten dan terjadi tsunami.

Baca Juga: Link Nonton Film Layangan Putus Episode 9A: Tak Kuat Mikir! Aris di Antara Kinan dan Raya atau Lydia

Mengingat wilayah sekitar Banten/Selat Sunda kerap terjadi gempa dengan kekuatan merusak, Dwikorita meminta agar bangunan di sekitar wilayah tersebut dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X