• Minggu, 23 Januari 2022

Gempa Banten Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Samudra Indo-Australia

- Jumat, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
Tangkapan layar Konferensi pers BMKG di Jakarta, Jumat (14/1/2022) perihal gempa bumi magnitudo 6,6 di wilayah Banten, ( FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Info BMKG)
Tangkapan layar Konferensi pers BMKG di Jakarta, Jumat (14/1/2022) perihal gempa bumi magnitudo 6,6 di wilayah Banten, ( FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Info BMKG)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan penyebab gempa berkekuatan 6,6 M di wilayah Banten pada Jumat sore, akibat aktivitas subduksi lempeng Samudra Indo-Australia yang menghunjam ke bawah ke lempeng Benua Eurasia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng samudra Indo-Australia menghunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia atau tepatnya ke bawah pulau Jawa hingga NTT," ujar Dwikorita dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) atau akibat dari patahan naik.

Baca Juga: Gempa Banten, BPBD DKI Jakarta Sisir Potensi Gedung yang Retak atau Rusak

Sementara berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi, lokasi pusat gempa bumi berada di laut, di perairan selatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kepala PVMBG Andiani mengatakan daratan sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh endapan sedimen berumur kuarter hingga tersier.

Endapan kuarter dan endapan tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated), serta memperkuat efek guncangan, dengan demikian rawan gempa bumi.

Baca Juga: Link Nonton Film Layangan Putus Episode 9A: Tak Kuat Mikir! Aris di Antara Kinan dan Raya atau Lydia

Sementara berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, USGS Amerika Serikat, dan GFZ Jerman, gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penghunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa bagian barat (sekitar Selat Sunda).

"Dengan mekanisme sesar naik yang berarah relatif barat laut hingga tenggara. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut," kata Andiani.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X