• Rabu, 19 Januari 2022

Begini Penjelasan Kemenkes Mengenai Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

- Kamis, 13 Januari 2022 | 22:15 WIB
Tangkapan layar pemaparan Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual di Instagram Liputan6.SCTV yang diikuti dari Jakarta, Kamis (13/1/2022). ( ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar pemaparan Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual di Instagram Liputan6.SCTV yang diikuti dari Jakarta, Kamis (13/1/2022). ( ANTARA/Andi Firdaus)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Vaksinasi penguat (booster) sudah mulai dilaksanakan, namun banyak masyarakat yang belum faham mengenai vaksin booster homolog dan heterolog.

Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, vaksin booster homolog dan heterolog dibedakan atas platform pembuatan namun memiliki efikasi yang sama baiknya bagi daya tahan tubuh terhadap risiko penularan Covid-19.

"Vaksin booster diberikan setelah seseorang mendapatkan vaksin primer dosis lengkap, bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan yang diberikan secara homolog dan heterolog," kata Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual di Instagram Liputan6.SCTV yang diikuti di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Penendang Sesajen di Lokasi Bencana Gunung Semeru Belum Juga Tertangkap, Polisi Terus Memburunya

Menurut Nadia, homolog artinya dosis ketiga menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis satu dan kedua. Sedangkan heterolog menggunakan vaksin ketiga dengan jenis yang berbeda.

Ia mengatakan perbedaan jenis vaksin terletak pada platform vaksin. Misalnya Sinovac yang dibuat dengan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan, AstraZeneca menggunakan adenovirus atau virus adeno hidup yang telah dimodifikasi sebagai 'pengirim' protein khusus.

Vaksin lainnya adalah Moderna dan Pfizer yang sama-sama berplatform mRNA atau messenger RNA. Vaksin mRNA merupakan jenis vaksin baru. "Jadi maksudnya jenis vaksin homolog atau heterolog adalah platformnya sama atau berbeda, bukan mereknya," katanya.

Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Kepada Santri oleh Denny Siregar

Nadia mencontohkan, jika vaksin primer dosis pertama dan kedua yang diterima Sinovac, maka dosis ketiga homolognya juga bisa vaksin dengan jenis virus yang sudah dimatikan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X