• Selasa, 9 Agustus 2022

Menkes : Pemberian Vaksinasi 'Booster' Pertimbangkan Ketersediaan Vaksin di Tanah Air

- Selasa, 11 Januari 2022 | 22:30 WIB
Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers terkait vaksinasi booster yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Selasa (11/1/2022).  (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers terkait vaksinasi booster yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Selasa (11/1/2022). (ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, harianmerapi.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan pemberian dosis penguat antibodi kepada masyarakat Indonesia mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang ada pada tahun 2022 ini di Tanah Air.

"Pemerintah akan memberikan vaksinasi 'booster' dengan mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang ada di tahun ini," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Budi mengatakan pemerintah sudah memiliki vaksin yang cukup dari kontrak pengadaan vaksin 2021 yang akan tiba di Indonesia pada awal tahun 2022 ini.

Selain itu persediaan vaksin booster juga diperoleh dari tambahan yang cukup signifikan dari vaksin donasi dunia melalui program kerja sama Covax maupun bilateral.

Baca Juga: Angin Kencang Melanda Semarang, Sebuah Pohon Angsana Tumbang dan Timpa Tiga Mobil

Budi mengatakan Covax memberikan bantuan terhadap 20 persen dari populasi Indonesia. "Sudah dikonfirmasi akan ditingkatkan menjadi 30 persen dari populasi Indonesia, kira-kira setara vaksinasi untuk 27 juta orang atau kira-kira setara dengan 54 juta dosis vaksin gratis yang bisa diterima pemerintah," katanya.

Terkait kombinasi vaksin booster yang akan diberikan disesuaikan dengan pertimbangan kesiapan dari vaksin yang tersedia dan hasil riset dari peneliti dalam dan luar negeri yang sudah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), kata Budi.

Untuk peserta penerima vaksin primer Sinovac, kata Budi, akan diberikan takaran setengah dosis vaksin Pfizer sebagai penguat. Untuk penerima vaksin primer dosis lengkap Sinovac akan diberikan vaksin setengah dosis vaksin AstraZeneca.

Baca Juga: Dilaporkan ke KPK Oleh Dosen UNJ, Gibran : Dibuktikan Dulu

Bagi penerima vaksin primer dosis lengkap Astrazeneca, kata Budi, akan diberikan vaksin penguat setengah dosis vaksin Moderna.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Para Games 2022 ditutup Presiden Jokowi

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X