• Sabtu, 13 Agustus 2022

Benarkah Varian Omicron 500 Persen Lebih Menular, Simak Penjelasan Dokter

- Jumat, 24 Desember 2021 | 10:58 WIB
 Ilustrasi Omicron  (ANTARA/HO-Kemenkes)
Ilustrasi Omicron (ANTARA/HO-Kemenkes)



JAKARTA, harianmerapi.com - Varian Covid-19 terbaru Omicron telah masuk ke Indonesia, sehingga pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai kasusnya bertambah.


Seperti diketahui, varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika ini sudah menyebar ke banyak negara sebelum ditemukan di Indonesia. Kemunculan varian baru ini diwarnai misteri tentang banyak hal, dari asal mula virus, dampak yang ditimbulkan, hingga potensi penularannya.

Dokter Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dikutip dari siaran resmi, Jumat (24/12/2021), membeberkan tentang apa dan bagaimana varian Omicron.

Baca Juga: Hasil Muktamar NU ke 34 Tahun 2021 di Lampung: Sah, Gus Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU 2021-2026

Mengenal Omicron

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penemuan varian Covid-19 terbaru Omicron dari Afrika pada November 2021. Virus dengan kode B.1.1.529 ini disebut-sebut punya kemampuan penyebaran lebih cepat daripada varian Delta yang sebelumnya memicu krisis di mana-mana.

Menurut WHO, varian baru Covid-19 menyebar sangat cepat di Afrika Selatan, di mana tingkat penyebaran Delta terhitung rendah. Namun di negara lain dengan angka infeksi Delta yang tinggi, seperti Inggris Raya, Omicron juga terdeteksi cepat menular. Di Inggris sendiri kini terjadi lonjakan angka kasus positif Covid-19 dengan varian Omicron.

Baca Juga: Berencana Melakukan Perjalanan Jarak Jauh Saat Nataru, Ini Syaratnya

WHO menduga hasil mutasi virus corona ini akan menyebabkan angka kasus positif lebih banyak daripada varian Delta. Varian Omicron dikatakan hanya menyebabkan sakit ringan, tapi sudah ada sejumlah orang yang harus dirawat di rumah sakit dan bahkan meninggal setelah terinfeksi.

Karena itu, para peneliti masih menindaklanjuti temuan varian baru ini dengan penelitian untuk lebih memahami Omicron lebih baik.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X