• Senin, 23 Mei 2022

Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Signifikan, Pemkab Kulon Progo Minta Warga Bahu Membahu Lakukan Pencegahan

- Selasa, 21 Desember 2021 | 13:17 WIB
Workshop konsultasi draf RAD pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa Kulon Progo. (Foto Amin Kuntari)
Workshop konsultasi draf RAD pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa Kulon Progo. (Foto Amin Kuntari)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu profesi yang rentan terkena gangguan jiwa. Beban kerja kantor dan tekanan dari berbagai pihak dinilai bisa menurunkan mental para ASN sehingga berpotensi mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut ditegaskan Assekda I Bidang Pemerintahan dan Hukum, Jazil Ambar Was'an saat membuka Workshop Konsultasi Draf Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Jiwa Kulon Progo, di Ruang Sermo Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (22/12/2021).

Ia menyebut, prevalensi gangguan jiwa berat di wilayah Kulon Progo mengalami peningkatan dari 4,7 per mil pada 2013 menjadi 19,3 per mil pada 2018. Sementara prevalensi gangguan mental dan emosional naik dari 9,3 per mil pada 2013 menjadi 12,1 per mil pada 2018.

"Apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang menimbulkan berbagai persoalan berkaitan dengan ekonomi," katanya.

Baca Juga: Pemuda Bakar Rumah Orangtua Alami Gangguan Jiwa, Sering Ngamuk dan Ancam Bunuh Ayahnya

Ia menambahkan, gangguan jiwa seperti fenomena gunung es yang tidak terdeteksi serta banyak yang tidak terawat atau tidak menjalani pengobatan dan rehabilitasi secara optimal. Padahal, gangguan jiwa yang tidak terdeteksi bisa menyebabkan tindakan bunuh diri.

Sebagai bentuk komitmen Pemkab Kulon Progo dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa, diwujudkan Rencana Aksi Daerah (RAD) tahun 2021-2025 demi pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa. RAD dan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai pelengkap akan menjadi payung hukum penyelenggaraan kesehatan jiwa di Kulon Progo, serta bisa menjadi dasar perencanaan anggaran untuk mengatasi permasalahan kesehatan jiwa di wilayah ini.

"Gangguan jiwa merupakan penyakit yang bisa dicegah dan diminimalisir. Namun, diperlukan keterlibatan banyak pihak termasuk masyarakat dan desa untuk mengawal program pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa," jelasnya.

Baca Juga: Memprihatinkan, Ada 390 Warga Jateng yang Dipasung karena Gangguan Jiwa Sepanjang Tahun 2021

Manager Project Kesehatan Jiwa, Pusat Rehabilitasi Yakkum, Siswaningtyas menyampaikan, RAD pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa sudah berproses dari 2019.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pers Harus Mengkritik dengan Santun

Rabu, 27 April 2022 | 19:20 WIB
X