• Senin, 23 Mei 2022

13 Kelompok Masyarakat Kebudayaan Dapat Hibah Alat Musik, Salah Satunya Grup Sholawat

- Kamis, 16 Desember 2021 | 19:30 WIB
Paguyuban Sholawat Dziba'iyah Miftahul Hasanah saat menerima hibah alat musik.  (Foto: Dok Dinas Kebudayaan Sleman)
Paguyuban Sholawat Dziba'iyah Miftahul Hasanah saat menerima hibah alat musik. (Foto: Dok Dinas Kebudayaan Sleman)

SLEMAN, harianmerapi.com – Pemkab Slemaan melalui Dinas Kebudayaan memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan maupun Warisan Budaya Rumah Tradisional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, ada pula penyerahan hibah alat musik kepada 13 kelompok masyarakat kebudayaan serta penyerahan Ketetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Adapun 13 kelompok masyarakat kebudayaan yang menerima hibah alat musik, di antaranya ada grup sholawat, sanggar tari, campursari, jathilan serta badui.

Baca Juga: Sultan : Pemda DIY Akan Siapkan Rumah Sakit Berserta Oksigen dan Obat-obatan untuk Hadapi Nataru

Menurut Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Drs Siswanto, penyerahan hibah alat musik sebagai rangkaian pemberian penghargaan Anugerah Kebudayaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman.

“Hanya tiga kelompok atau grup yang secara simbolis menerima hibah alat musik. Jika semua diundang dan menerima, akan terlalu banyak alat-alat musik yang dibawa ke tempat acara. Lainnya diantar langsung ke segenap penerima,” papar Drs Siswanto, Kamis (16/12/2021).

Menurutnya, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Drs Hj Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, pemberian penghargaan dan hibah tersebut diselenggarakan sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Sleman.

Baca Juga: Isak Tangis Terakhir Sebelum Kremasi Jenazah Laura Anna, IG Story Awkarin Bikin Netizen Ikut Sedih

Sementara itu menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara SH MHum, penerima hibah alat musik diberikan kepada kelompok masyarakat kebudayaan yang telah mengajukan proposal permohonan hibah dua tahun sebelumnya.

“Dari pengajuan proposal permohonan hibah yang masuk, lalu dilakukan verifikasi dan penilaian secara obyektif,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X