• Selasa, 9 Agustus 2022

Sebelum Dipaksa Randy Bagus Aborsi, Novia Widyasari Jadi Korban Pelecehan Seksual Senior, Ini Faktanya

- Senin, 6 Desember 2021 | 15:28 WIB
Suasana siaran PERS akademisi Universitas Brawijaya di  Ruang Sidang Rektorat  Minggu (5/12/2021).  (Foto: instagram Universitas Brawijaya)
Suasana siaran PERS akademisi Universitas Brawijaya di Ruang Sidang Rektorat Minggu (5/12/2021). (Foto: instagram Universitas Brawijaya)


MALANG,harianmerapi.com - Novia Widyasari disebut meninggal karena depresi setelah dipaksa aborsi oleh kekasihnya Randy Bagus Hari Sasongko, anggoti kepolisian Polres Pasuruan. Ia ditemukan meninggal dunia setelah meminum racun di pusara sang ayah.

Tidak lama setelah kasusnya viral di media sosial, Kapolri Jenderal Listyo Sigit P langsung memerintahkan bawahannya untuk menangkap pelaku dan menindak tegas aparat yang melakukan tindakan melanggar hukum.

Selain itu, pihak Universitas Brawijaya tempat Novia Widyasari menuntut ilmu juga memberikan keterangan resmi. Pihak kampus mengapresiasi dan mendukung langkah cepat kepolisian dalam mengusut kasus ini.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Ungkap Novia Widyasari Ternyata Pernah Jadi Korban Pelecehan Seks, Pelaku Kakak Kelas

Sebelum dipaksa aborsi sebanyak dua kali oleh Randy Bagus Hari Sasongko, Novia Widyasari ternyata pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh seniornya di Fakultan Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Dalam rilis yang dikeluarkan Universitas Brawijaya Minggu (5/12/2021), disampaikan jika pada awal Januari 2020, Novia Widyasari melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada fungsionaris FIB.

"Pelaku merupakan kakak tingkat NWR yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB dengan inisial RAW," tulis pihak Universita Brawijaya dalam rilisnya.

Usai menerima laporan dari korban, pihak Fakultas Ilmu Budaya secara cepat menindaklanjuti dengan membentuk Komisi Etik guna menangani kasus tersebut.

Baca Juga: Muncul Surat Permintaan Maaf Ibu Novia Widyasari, dr Gia Pratama: Tak Wajar, Saya Kurang Yakin

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW, dan terbukti bersalan Universitas Brawijaya lantas memberikan sanksi dan pembinaan kepada RAW.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo terancam hukuman mati

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:55 WIB

ASEAN Para Games 2022 ditutup Presiden Jokowi

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X