• Selasa, 7 Desember 2021

Berhadapan dengan Mafia Tambang yang Intimidatif, Tim Advokasi JURKANI Minta Perlindungan LPSK

- Rabu, 24 November 2021 | 11:50 WIB
Tim Advokasi Jurkani bersama komisioner LPSK (Dok. Tim Advokasi Jurkani)
Tim Advokasi Jurkani bersama komisioner LPSK (Dok. Tim Advokasi Jurkani)

 

JAKARTA, harianmerapi.com –  Tim Advokasi “Perjuangan Rakyat Kalimantan Selatan Melawan Oligarki” atau JURKANI, Selasa (23/11/2021) melakukan audiensi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait kasus penyerangan terhadap almarhum Advokat Jurkani, S.H. pada  22 Oktober 2021 ketika sedang menjalankan tugas melawan penambangan ilegal di wilayah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Tim Advokasi JURKANI yang dipimpin T.M. Luthfi Yazid meminta kepada LPSK untuk memberi perlindungan kepada para saksi dan keluarganya, baik perlindungan fisik maupun perlindungan psikis dari ancaman mafia tambang yang intimidatif.

 

Bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 gedung LPSK di Ciracas, Jakarta Timur, Tim Advokasi JURKANI diterima oleh Wakil Ketua LPSK Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Dr. Achmadi, S.H., M.A.P., Susilaningtias, S.H., M.H., beserta jajarannya. Dari tim Advokasi Jurkani hadir beberapa orang yang dipimpin T.M. Luthfi Yazid. Hadir pula beberapa orang secara daring antara lain Denny Indrayana yang sedang berada di Melbourne, Australia.

Baca Juga: Hajar Juventus 4-0, Chelsea Puncaki Grup H dan Melenggang ke 16 Besar Liga Champions

 

Dijelaskan, peristiwa penyerangan brutal dengan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka parah hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan menimbulkan duka mendalam bagi banyak kalangan, utamanya bagi para pejuang keadilan.

 

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X