• Sabtu, 22 Januari 2022

Prof Jimly Asshiddiqie Pertanyakan Kegaduhan Soal Tuntutan Pembubaran MUI, Apa Presiden Perlu Rapat Kabinet

- Senin, 22 November 2021 | 11:45 WIB
Jimly Asshiddiqie  (Foto:  akun @JimlyAS)
Jimly Asshiddiqie (Foto: akun @JimlyAS)

 JAKARTA, harianmerapi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie prihatian dengan kondisi di Tanah Air yang penuh kegaduhan, antara lain terkait dengan tuntutan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jimly pun mempertanyakan, kalau ada 1 dari 270 juta orang Indonesia yang jahat dan sok tahu ngetwit tuntut bubar MUI, PGI dan lain-lain, apa mesti semua tokoh sibuk reaksi dan presiden mesti adakan sidang kabinet ?

Hal itu ia pertanyakan dalam akun twitter pribadinya yang diunggah Minggu (21/11/2021).

Baca Juga: Liga 3 DIY, Satria Adikarta Atasi PS Baturetno untuk Memuncaki Klasemen Sementara

“Lalu antar sesama tokoh saling maki, kenapa tidak ikut reaksi dan marah juga. Kalau diam berarti takut dan dicap setuju,” ujarnya masih mempertanyakan.

Unggahan Jimly mendapat respons netizen. Ada netizen yang mengatakan, ada yang offside bikin perpecahan makin dalam. Netizen kemudian mengunggah pernyataan tokoh agama yang mengatakan, MUI harus berbenah dan jangan jadi sarang kelompok radikal.

Diskusi pun menjadi kian hangat karena antarnetizen sahut menyahut.

Baca Juga: WSBK di Sirkuit Mandalika Sukses, Polda NTB Siap Amankan MotoGP 2022

“Tolong nasihati itu anggota BPIP @susetyopr agar tidak lompat pagar ikutan goreng MUI. Kalau dibiarkan, siap-siap saja Indonesia makin terpecah belah,” sahut akun @MerdekaRakyan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X