• Kamis, 26 Mei 2022

Dari Diskusi Sekolah Purbakala, Yogyakarta Butuh Hutan dan Museum Bambu

- Minggu, 21 November 2021 | 13:57 WIB
Para Pembicara Dr.Ir. Yustinus Suranto dan Dr.Ir. Kuncoro Cahyo Aji. (Foto: Teguh Priyono)
Para Pembicara Dr.Ir. Yustinus Suranto dan Dr.Ir. Kuncoro Cahyo Aji. (Foto: Teguh Priyono)

JOGJA, harianmerpi.com - Bambu tergolong tanaman berumpun yang banyak dipandang sebelah mata, bahkan dianggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Sehingga keberadaannya di pekarangan rumah sering kali dipinggirkan hingga dirombak.

Pada hal tanaman bambu memiliki banyak manfaat, selain sebagai penghasil oksigen paling banyak karena tingkat fotosintesanya tinggi, hingga mampu penyerap air dengan baik.

Hal itu diungkap Dr. Ir. Kuncoro Cahyo Aji M.Si. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY dalam diskusi terbatas bertema "Clime Change Perlunya Konsevasi Bambu" yang dihelat oleh Sekolah Purbakala berkolaborasi dengan Institut Kahade Yogyakarta di Omah Ropingen Kotagede, Sabtu (20/11/2021).

Baca Juga: Salah Injak Pedal Gas, Mobil Seruduk Pagar Kantor Polsek Kudus Hingga Rusak Parah

Lebih lanjut menurut Kuncoro begitu sapaannya, berbicara tentang perubahan iklim tidak bisa lepas dari perbincangan ekosistem.

Berbicara ekosistem pasti akan selalu berbicara tentang hutan, tumbuhan tanaman dan aktivitas menanam. Salah satu tumbuhan yang memiliki kemampuan tumbuh yang tinggi serta dapat hidup di berbagai kondisi lahan ialah bambu.

"Kemampuan Bambu dalam soal menyerap air dapat mengalahkan tanaman Sawit. Namun rumpun Bambu mampu memelihara dirinya secara mandiri."

Baca Juga: Rumahku Bukan Surgaku 8: Niat untuk Berubah Baik Malah Jadi Bahan Olok-olok

"Bambu juga memiliki kemampuan produksi oksigen yang tinggi, sehingga bagus bila Yogyakarta memiliki Hutan Bambu, karena pada siang hari kondisi Kota Yogyakarta sangat panas dan menurut surve kadar oksigennya pun rendah," urainya.

Menurut Kuncoro sepertinya Yogyakarta perlu memiliki taman Bambu atau hutan Bambu guna memberikan pasokan oksigen agar udara tetap segar.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X