• Jumat, 21 Januari 2022

Anggota DPRD Tanah Laut Terjerat Narkoba Divonis Bebas

- Kamis, 18 November 2021 | 07:48 WIB
Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin Aris Bawono Langgeng (tengah).memberikan keterangan kepada wartawan sembari menunjukkan Putusan Nomor 684 tahun 2021 atas terdakwa SYA.  (ANTARA/Firman)
Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin Aris Bawono Langgeng (tengah).memberikan keterangan kepada wartawan sembari menunjukkan Putusan Nomor 684 tahun 2021 atas terdakwa SYA. (ANTARA/Firman)

BANJARMASIN, harianmerapi.com - SYA (26) oknum Anggota DPRD Tanah Laut, Kalimantan Selatan terjerat perkara 1,84 gram sabu-sabu divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin.

"Hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa dalam perkara narkotika tapi untuk sajamnya terbukti divonis 6 bulan 15 hari," terang Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin Aris Bawono Langgeng, Rabu (17/11/2021).

Dia menjelaskan, jaksa penuntut umum (JPU) Nonie Ervina Rais tidak bisa membuktikan dakwaannya dengan alat bukti yang hanya satu orang saksi yaitu MR (18) menyebut barang bukti milik terdakwa.

Baca Juga: Menteri Sofyan Djalil: Ada Oknum ATR/BPN yang Terlibat Mafia Tanah

Sementara ada empat orang saksi lainnya yang dihadirkan terdakwa meringankan. Salah satunya saksi HS (47) yang mencabut keterangan di BAP pada saat persidangan. Jika saat diperiksa penyidik mengatakan sabu-sabu milik terdakwa, namun ketika di depan majelis hakim mengakui sabu-sabu miliknya bukan terdakwa.

"Untuk menjatuhkan suatu putusan diperlukan dua alat bukti dan keyakinan hakim. Meskipun dua alat bukti ada tapi kalau hakim tidak yakin bisa saja bebas," jelas Aris.

Bahkan dari fakta hukum hasil tes urine terdakwa dinyatakan negatif mengandung narkoba. Sehingga dikatakan Aris, majelis hakim yang diketuai Moh Fatkan serta hakim anggota Sutisna Sawati dan Putu Agus Wiranata punya pertimbangan juga terhadap hal tersebut.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Bagikan Cara Meminta Maaf terhadap Orang yang Sudah Meninggal

Dalam persidangan, ada dakwaan alternatif dan kumulatif yaitu Pasal 114 ayat 1 junto Pasal 132 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Di alternatifnya Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 dan keduanya Undang-Undang Darurat No 2 Tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam tanpa izin oleh terdakwa SYA.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Jember

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB

Gempa Bumi Banten, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 16 Januari 2022 | 17:45 WIB

Gempa Guncang Banten, Satu Rumah Dilaporkan Roboh

Jumat, 14 Januari 2022 | 17:53 WIB
X