• Jumat, 27 Mei 2022

Sembilan Siswa Positif Covid-19, PTM Salah Satu SMA Dihentikan Sementara

- Rabu, 10 November 2021 | 18:42 WIB
Ilustrasi (Dok Merapi)
Ilustrasi (Dok Merapi)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Satgas Covid-19 Kulon Progo menghentikan sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di salah satu SMA wilayah setempat. Kebijakan penghentian kegiatan PTM ini diambil menyusul adanya sembilan siswa di sekolah tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kulon Progo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, temuan sembilan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hasil pelaksanaan program surveilans PTM menggunakan test Swab PCR massal terhadap pelajar, Rabu (10/11/2021).

Dalam program itu, ada tiga sekolah yang menjadi sasaran yakni di wilayah Temon, Wates dan Kalibawang. Hasilnya, untuk wilayah Temon dari 34 sampel siswa SD seluruhnya negatif. Kemudian di wilayah Kalibawang, dari 33 sampel siswa SD hasilnya belum keluar. Sedangkan untuk wilayah Wates dari 87 siswa SMA ada sembilan yang positif Covid-19.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan, Ridwan Kamil Ajak Pemuda Berperang Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kesehatan bersama Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) bekerjasama dengan pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan PTM di sekolah tersebut. Hal ini sesuai dengan pedoman pelaksanaan surveilans PTM di mana hasil positif rate yang mencapai lebih dari lima persen maka kegiatan PTM ditiadakan untuk sementara.

"PTM tidak dilaksanakan selama 15 hari ke depan. Jadi pembelajaran kembali digelar secara daring," ucapnya.

Baca Juga: Bejat! Pedofil Berinisial FWR itu Cabuli 30 Anak di Bawah Umur

Baning menjelaskan, sembilan siswa yang terkonfirmasi positif itu berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan berasal dari sejumlah kapanewon yakni Nanggulan, Pengasih, Wates, Sentolo dan Kokap. Mereka sudah diminta untuk menjalani isolasi mandiri, sementara Satgas Covid-19 melakukan tracing.

"Dari sembilan anak yang positif, baru tiga orang yang kami tracing hingga didapati 126 kontak erat meliputi semua teman satu kelas dan guru yang berinteraksi dalam tiga hari terakhir. Kami juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan tracing lanjutan di luar sekolah," jelasnya.*

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pers Harus Mengkritik dengan Santun

Rabu, 27 April 2022 | 19:20 WIB
X