• Selasa, 30 November 2021

Terungkap, Bumbu Sate Kiriman Nani Apriliani Positif Mengandung Sianida

- Senin, 25 Oktober 2021 | 20:10 WIB
Para saksi dan ahli diambil sumpah sebelum memberikan keterangan di persidangan. (Yusron Mustaqim)
Para saksi dan ahli diambil sumpah sebelum memberikan keterangan di persidangan. (Yusron Mustaqim)

BANTUL, harianmerapi.com - Seorang ahli dari Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Jogja, Hari Waluyo SKM MSc menyatakan, sampel takjil sate lontong yang dikirim terdakwa Nani Apriliani Nurjaman (25) warga Majalengka Jawa Barat positif mengandung racun potasium sianida.

"Dari sampel yang kita periksa, sate lontong bumbu campur dan bumbu positif mengandung sianida," ujar Hari Waluyo dalam keahlian yang disampaikan di muka persidangan dipimpin majelis hakim Aminuddin SH dihadiri jaksa M Ali Fikri Pandela SH dkk dan penasihat hukum R Anwar Ary Widodo SH dan Wanda Satria Atmaja SH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Sidang Sate Sanida, Aiptu Tomy Mengaku Sempat Pacaran dengan Nani Apriliani

Hasil sampel positif sianida tersebut diperoleh dari pemeriksaan secara kimia yang digunakan ahli. Sebelum pemeriksaan secara secara kimiawi tersebut telah dilakukan pemeriksaan mikrobiologi namun tidak ditemukan bakteri berbahaya.

Sebelum menemukan adanya racun sianida, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta menerima 6 sampel makanan dari Dinas Kesehatan Bantul.

Keenam sampel tersebut terdiri atas sate lontong bumu campur, snack pastel, snack Semar Mendem, snack Wajik, bumbu sate dan sate tanpa bumbu.

Baca Juga: Pengkhianatan Cinta di Balik Kasus Sate Sianida

Sementara saksi dr Tyas Pramitasari, dokter IGD RS Jogja atau RSUD Kota Yogyakarta menyatakan, penyebab kematian Naba Faiz Prasetya karena napas lemah, kekurangan oksigen. Penyebab tersebut didukung dengan ditemukannya bagian tubuh yang membiru.

Hal itu dilakukan saat saksi melakukan pemeriksaan sekitar 48 menit sebelum menyatakan anak Naba meninggal. Sehingga korban dinyatakan meninggal karena lemas akibat kekurangan oksigen.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DIY Kini Miliki 134 Warisan Budaya Tak Benda

Jumat, 26 November 2021 | 10:55 WIB
X