• Selasa, 30 November 2021

Khawatir Terjadi Bencana Susulan, Puluhan Warga Korban Bencana Likuifaksi Mengungsi

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:23 WIB
Petugas kesehatan dari Puskesmas Purabaya dan PMI Kabupaten Sukabumi tengah memeriksa kondisi kesehatan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cigulusur, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Sabtu, (23/10).  (Antara/Aditya Rohman)
Petugas kesehatan dari Puskesmas Purabaya dan PMI Kabupaten Sukabumi tengah memeriksa kondisi kesehatan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cigulusur, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Sabtu, (23/10). (Antara/Aditya Rohman)

SUKABUMI, harianmerapi.com - Puluhan warga Kampung Cigulusur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban bencana pergerakan tanah atau likuifaksi memilih untuk mengungsi ke beberapa tempat yang lebih aman karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Dari hasil assessment dan pendataan yang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, warga yang mengungsi jumlahnya mencapai 23 jiwa. Mereka merupakan warga yang rumahnya terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya," kata Staf Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Ariel Solehudin atau akrab disapa Iding kepada wartawan, Sabtu, (23/10/2021).

Menurutnya, jumlah warga yang mengungsi bisa saja bertambah atau berkurang, bahkan jika bencana ini terus meluas maka tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah pengungsi.

Baca Juga: Santri Jadi Prioritas Gerakan Vaksinasi di Kabupaten Temanggung

Penyintas bencana pergerakan tanah ini mengungsi di beberapa lokasi, tetapi mayoritas di tenda darurat yang didirikan BPBD Kabupaten Sukabumi dan beberapa di antaranya juga ada yang memilih ke rumah sanak saudaranya yang tidak terdampak bencana.

Hingga Sabtu malam, kondisi di lokasi bencana dan pengungsian kondusif namun pihaknya mengkhawatirkan kesehatan para pengungsi karena masih sering turun hujan deras. Apalagi di tempat mengungsi terdapat beberapa warga yang masuk dalam kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), bayi dan balita serta anak-anak.

"Data sementara jumlah kelompok rentan sebanyak sembilan jiwa dengan rincian tiga lansia, empat balita, satu bayi dan satu penyandang disabilitas. Tentunya warga yang masuk dalam kategori rentan ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar kesehatannya tetap terjaga," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Harus Tingkatkan Produksi Migas untuk Menghindari Krisis Energi

Iding mengatakan PMI pun sudah menyiapkan berbagai bantuan yang dibutuhkan para penyintas khususnya untuk mereka yang mengungsi mulai dari obat-obatan dan kebutuhan darurat lainnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan BPBD mengenai update atau pembaruan data jumlah pengungsi, warga yang terdampak maupun terancam bencana pergerakan tanah. Selain itu, juga berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri untuk ikut melakukan pengamanan di lokasi bencana untuk menjaga harta benda yang ditinggalkan pengungsi.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB

Ini Kronologi Bandar Narkoba Tabrak Polisi di Cirebon

Minggu, 21 November 2021 | 19:33 WIB

KKB Beli Amunisi dari Hasil Menjual Emas Pendulangan

Minggu, 21 November 2021 | 17:19 WIB

Wapres : MUI Harus Lebih Waspada Rekrut Anggota

Jumat, 19 November 2021 | 20:35 WIB
X