• Senin, 29 November 2021

Kera Liar Serbu Pemukiman Penduduk Kebakkramat, Merusak Kebun dan Mencuri Makanan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:45 WIB
Kera ekor panjang menyerbu rumah penduduk di Kebakkramat. (Foto:Abdul Alim))
Kera ekor panjang menyerbu rumah penduduk di Kebakkramat. (Foto:Abdul Alim))

KARANGANYAR, harianmerapi.com - Kera ekor panjang belakangan ini menyerbu ke pemukiman penduduk sehingga membuat kaget warga Kebakkramat, Karanganyar.

Kawanan kera liar tersebut merusak kebun dan mencuri makanan yang ada di dalam rumah warga.

Dalam satu kawanan, jumlahnya lima sampai tujuh ekor. Biasanya kemunculannya ke permukiman mulai pagi sampai siang. Sedangkan sore sudah kembali ke pepohonan di hutan.

Baca Juga: Masyarakat Jangan Hanya Diam Bila Diteror Pinjol, Segera Lapor Polisi

Fenomena serangan kera baru kali pertama dialami perkampungan di Dukuh Manggal Desa Banjarharjo Kebakkramat. Kebun yang diserbu rusak, karena sayuran dan buah-buahan dimakan. Pemilik warung makan dan kelontong buru-buru menutup tempat usahanya begitu kawanan mendekat.

Sejauh ini belum ada laporan serangan sampai melukai warga. Namun penduduk merasa resah. Belum diketahui asal kera ekor panjang yang menyerbu tersebut.

“Setelah mendapat laporan warga, kami mengecek ke lokasi. Memang benar ada monyet-monyet itu bergelantungan di pohon lalu turun masuk rumah. Mengambil makanan dan membuat takut warga,” kata sukarelawan Senkom Mitra Polri, Andi Hartono, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 48: Jodoh yang Tak Disangka-sangka

Ia mengatakan di sekitar permukiman itu tidak terdapat habitat kera ekor panjang. Sedangkan hutan Gunung Lawu terletak berjauhan dari lokasi tersebut. Sehingga lepasnya monyet kemungkinan dari kandang. Meski demikian, ia juga tak memiliki informasi adanya pembiakan monyet terdekat.

Dikatakannya, warga khawatir serangan kera menjadi-jadi dan dapat melukai warga setempat. Berbagai upaya sementara dilakukan warga setempat untuk menghalau serangan kera. Salah satunya dengan menakuti kera menggunakan tongkat bambu sebagai sumber bunyi-bunyian.
"Tongkat bambunya ini dipukul-pukul untuk ngusir keranya," katanya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bazar Produk Tani, Petani Bangkit di Masa Pandemi

Rabu, 24 November 2021 | 18:20 WIB

Polsek Grogol Tangkap Perempuan Pelaku Curanmor

Selasa, 23 November 2021 | 20:00 WIB

Polres Sukoharjo Tangkap Lima Pengedar Sabu

Sabtu, 6 November 2021 | 15:24 WIB
X