• Selasa, 7 Desember 2021

Percepatan Vaksinasi Nasional Terhambat Karena Masih Ada Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Antardaerah

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:09 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi bagi pelajar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10).  (ANTARA/Pemprovkalsel)
Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi bagi pelajar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10). (ANTARA/Pemprovkalsel)


BANJARMASIH, harianmerapi.com - Pencapaian vaksinasi nasional terhambat karena terjadi ketimbangan vaksinasi Covid-19 yang terjadi antardaerah.


Penilaian tersebut disampaikan anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Ph.D di Banjarmasin, Jumat (22/10/2021).

Ia mengatakan, ketimpangan capaian vaksinasi Covid-19 antar-daerah telah menghambat capaian vaksinasi nasional.

Baca Juga: Laga Lanjutan BRI Liga 1, Persija Jakarta Bekuk Madura United FC 3-2

"Pemerintah perlu mendorong akselerasi vaksinasi di daerah-daerah yang belum maksimal capaiannya sesuai target sasaran," kata dia .

Diungkapkan Muttaqin, ketimpangan vaksinasi terjadi antara Jawa-Bali dan luar Jawa, serta antara kota dengan kabupaten.

Dia merujuk data Kementerian Kesehatan, populasi yang sudah menerima vaksinasi lengkap di region Jawa serta Bali dan Nusa Tenggara sudah mencapai 28 sampai 29 persen.

Baca Juga: Terbukti Melanggar Prokes, Panitia Pernikahan Keluarga Bupati Jember Didenda Rp10 Juta

Sementara vaksinasi region lainnya masih di bawah 20 persen jumlah penduduk dengan capaian paling rendah terjadi di Maluku dan Papua, yakni hanya 11 persen.

Ketimpangan lebih lebar terjadi antara vaksinasi di 98 kota dengan 416 kabupaten. Vaksinasi lengkap di kota sudah sebanyak 48 persen dari total 58 juta populasi. Sedangkan kabupaten baru 16 persen dari 212 juta penduduk.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB
X