• Senin, 6 Desember 2021

Dana Penanganan COVID-19 Senilai Rp 12 Miliar Diduga Dikorupsi, BPJS Ambon Siap Bantu Penyelidikan Kejari

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:42 WIB
Ilustrasi penyelidikan korupsi (ANTARA/HO-pixabay,com)
Ilustrasi penyelidikan korupsi (ANTARA/HO-pixabay,com)

AMBON,harianmerapi.com-Kejari Ambol menelisik adanya dugaan korupsi dana penanganan COVID-19 di sebuah rumah sakit. BPJS Kesehatan Cabang Ambon pun siap kooperatif untuk membantu penyelidikan kasus dugaan korupsi di salah satu rumah sakit umum daerah (RSUD) di Provinsi Maluku itu.

"Karena ini masih dugaan (korupsi-Red), yang kami lakukan ketika pemda minta ke kami data untuk rumah sakit X, maka kami berikan datanya. Data yang telah verifikasi, yang telah dibayar Kementerian Kesehatan. Inilah salah satu fungsi kami bantu pemerintah," Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon HS. Rumondang Pakpahan di Kota Ambon, Rabu (20/10/2021).

BPJS Kesehatan mendapat tugas dari pemerintah untuk memverifikasi klaim rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga: Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Curup Bengkulu Mencapai Rp 48,8 Miliar

Setelah verifikasi dari BPJS Kesehatan selesai, maka Kementerian Kesehatan yang akan melakukan pembayaran klaim tersebut ke RS. Total klaim COVID-19 dari rumah sakit rujukan di Provinsi Maluku sejak 2020 hingga September 2021, yang sudah melalui lolos verifikasi dari BPJS Kesehatan, mencapai 1.186 kasus dengan nilai Rp117,3 miliar.

Selama tahun 2020 ada 891 kasus atau klaim di Maluku yang lolos verifikasi BPJS Kesehatan. Nilai klaim dari jumlah kasus tersebut mencapai sekitar Rp97,32 miliar. Sedangkan hingga September 2021, klaim yang sudah terverifikasi ada 295 dengan jumlah biaya sekitar Rp20 miliar.

Ia mengatakan pernah dipanggil oleh Gubernur Maluku Murad Ismail dan diminta mengklarifikasi tentang klaim COVID-19 di salah satu RSUD rujukan.
"Kami jawab dengan data-data yang kami miliki. Semoga pemda dapat gambaran yang benar. Pemda minta data, kami berikan, kami jawab," ujarnya.

Baca Juga: Ketua KPK Firli Bahuri Ingatkan Teladani Rasulullah Agar Terhindar dari Sifat Tamak yang Memicu Korupsi

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi anggaran untuk pembayaran jasa COVID-19 di RSUD dr Ishak Umarella, Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Kejari (Kajari) Ambon, Dian Frits Nalle sempat menyatakan indikasi dugaan korupsi ini berdasarkan laporan masyarakat dan langsung ditindaklanjuti oleh kejaksaan.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:27 WIB
X