• Senin, 6 Desember 2021

Tantangan Makin Berat, Bawaslu Dituntut Bekerja Profesional Awasi Pemilu

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:09 WIB
 Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. ( ANTARA/HO-Aspri)
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. ( ANTARA/HO-Aspri)


JAKARTA, harianmerapi.com - Dalam mengawasi pemilu dan pilkada, Bawaslu dituntut tetap netral dan profesional. Bahkan dalam beberapa kasus, Bawaslu harus 'berkelahi' dengan KPU dan DKPP untuk menjaga netralitas.


Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/10/2021). Menurutnya, tantangan Bawaslu makin berat dalam mengawasi pemilu.
Ia mengatakan, Bawaslu harus berani dan menunjukkan integritas tinggi serta bekerja secara profesional dan proporsional dalam pengawasan pemilu dan pilkada.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 42: Datangnya Kenikmatan Saat Cita-cita Tercapai


Guspardi Gaus menilai pengawasan pada Pilkada 2020 berjalan baik. Namun, Bawaslu ​​​​​​​terkadang harus "berkelahi" dengan KPU dan DKPP untuk menjaga netralitas serta menegakkan aturannya.

"Masih banyak temuan dan catatan diberikan Bawaslu dalam setiap tahapan pilkada yang perlu perbaikan dan penyempurnaan," kata Guspardi.


Anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR RI itu menilai Bawaslu sebagai pengawas dalam setiap tahapan pemilu harus berani menunjukkan perannya sebagai "wasit" yang adil, tegas, dan berani menindak setiap pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Kepala Daerah Harus Cek Langsung Prokes PTM

Oleh karena itu, menurut dia, Bawaslu harus lebih menampakkan peran dan fungsinya. Jika ada pihak yang melakukan kesalahan, harus berani menyatakan salah.

"Peran masyarakat juga harus didorong agar berani melapor ke Bawaslu setempat jika melihat adanya indikasi kecurangan dan pelanggaran," ujarnya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:27 WIB
X