• Selasa, 7 Desember 2021

Banner Iklan dan Kampanye Pilur di Sleman Berpotensi Timbulkan Sampah Visual

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:32 WIB
Banner yang terpasang di pohon dan tiang listrik disejumlah tempat di Sleman.  (Dok. Aktivis Sosial)
Banner yang terpasang di pohon dan tiang listrik disejumlah tempat di Sleman. (Dok. Aktivis Sosial)

SLEMAN, harianmerapi.com - Aktivis sosial Yogyakarta, Baharuddin Kamba menilai maraknya spanduk maupun banner kampanye Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman yang dipaku di pohon dan dipasang di tiang listrik akan menimbulkan sampah visual.

"Calon lurah yang memasang foto dirinya dengan cara dipaku di pohon-pohon itu akan menambah tumpukan sampah visual di ruang publik," ujar Baharuddin Kamba kepada wartawan, Selasa (19/10/2021)

Menurutnya, saat ini sudah cukuo banyak spanduk maupun banner yang dipasang di pohon maupun tiang listrik misalnya iklan produk rumah tangga, sedot WC maupun promo sepeda motor yang dipaku di pohon-pohon.

Baca Juga: PPKM Turun ke Level 2, Ini Isi Inbup Bantul Terkait Aturan Jam Buka Warung dan Pasar

Itu jelas merusak keberlangsungan hidup pohon. Jika ranting pohon itu mati dan tertimpa para pengguna jalan, maka akan membahayakan. Apalagi saat ini kondisi musim hujan dan angin kencang.

Para calon lurah yang memasang spanduk maupun alat peraga kampanye pemilihan lurah di pohon maupun tiang listrik jelas melanggar aturan yakni berupa Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman.

Jangan-jangan calon lurah yang menempel alat peraga kampanye pilur di pohon maupun tiang listrik yang tidak memiliki konsep yang jelas untuk mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat atau pemilih.

Baca Juga: Duit PPh21 yang ‘Ditilep’ Eks Bendahara Pemkot Salatiga Sebesar Rp12, 569 Miliar

Sudah saatnya Satuan Polisi (Sat Pol) Pamong Praja Kabupaten Sleman untuk menertibkan spanduk, banner maupun alat peraga kampanye pilur yang melanggar aturan dan tidak berizin tanpa tebang pilih.

Calon Lurah yang menancapkan paku di pohon untuk menempel foto dirinya secara sadar telah merusak pohon-pohon itu.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X