• Rabu, 26 Januari 2022

Sosiolog UGM: Sebagian Pekerja Pinjol Ilegal adalah Korban Ketidaktahuan

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:53 WIB
Puluhan karyawan perusahaan penyedia jasa pinjol ilegal dipulangkan dari Polda Jabar dan mendapatkan pembinaan saat tiba di Polsek Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (16/10/2021) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)
Puluhan karyawan perusahaan penyedia jasa pinjol ilegal dipulangkan dari Polda Jabar dan mendapatkan pembinaan saat tiba di Polsek Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (16/10/2021) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)

Pertama, mereka menganggap bahwa pekerjaan pinjol sekadar sebagai batu loncatan sebelum mendapatkan pekerjaan utama, terlebih proses seleksi yang tidak rumit.

Baca Juga: Hati-hati dengan Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol Ilegal, Jangan Sembarangan Unggah Data Pribadi

Kedua, enggan melakukan pengecekan aspek legalitas perusahaan saat hendak melamar, dan terakhir adalah sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

"Lapangan pekerjaan makin terbatas, terlebih lagi di masa pandemi ini, mencari mata pencaharian itu tidak mudah jadi mereka lalu terlibat di sana," ujarnya.

Masih berdasarkan penelitiannya, para pekerja pinjaman daring sejatinya tak merasa nyaman dengan metode penagihan menggunakan kalimat kasar atau ancaman.

Baca Juga: Edukasi Mitigasi Bencana Harus Digencarkan Agar Masyarakat Ikut Berperan

Meski demikian, mereka merasa memiliki kewajiban untuk mengikuti proses kerja yang telah ditanamkan pimpinan perusahaan.

"Saya sempat mewawancarai para collector itu. Ternyata sebetulnya tidak semuanya merasa nyaman dengan cara itu. Tetapi mereka punya kewajiban mengikuti apa yang 'didoktrinkan' pimpinan," ungkapnya. *

 

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemda DIY Siapkan Isoter dan Faskes Hadapi Omicorn

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:00 WIB
X