• Senin, 6 Desember 2021

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Menjaga Lingkungan Guna Menghindari Bencana Hidrometeorologi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
Pengendara motor melaju di atas jembatan sungai Ciliwung yang arus airnya deras, di Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). BMKG merilis anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesia dapat menyebabkan cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi serta berakibat pada bencana hidrometerologi seperti banjir dan tanah longsor.  (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Pengendara motor melaju di atas jembatan sungai Ciliwung yang arus airnya deras, di Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). BMKG merilis anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesia dapat menyebabkan cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi serta berakibat pada bencana hidrometerologi seperti banjir dan tanah longsor. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Bencana hidrometeorologi bukan hanya disebabkan oleh La Nina atau curah hujan yang tinggi, tapi juga daya dukung dan daya tampung lingkungan berperan penting.

Oleh karenanya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan semua pihak untuk menjaga lingkungan guna menghadapi dampak bencana tersebut.

"Jangan lakukan perusakan lingkungan, misalnya menebang pohon sembarangan, memotong lereng dan lain sebagainya karena La Nina memicu curah hujan tinggi sehingga bisa terjadi banjir," katanya dalam konferensi pers terkait waspada La Nina dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Pemkab Sleman Apresiasi Kelompok Pengelola Sampah Mandiri dengan Bantuan Hibah

Terkait dengan itu, BMKG sejauh ini selalu menyebarluaskan informasi cuaca dan prakiraannya, juga berkoordinasi secara intensif antar kementerian/lembaga serta melakukan simulasi jika berdampak di wilayah tertentu.

Analisis prediksi pemodelan numerik juga semakin diintensifkan karena ancamannya cukup tinggi, seperti tahun lalu, La Nina meningkatkan curah hujan bulanan hingga 70 persen.

Koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan untuk menyiapkan lingkungan, tandon air segera diperhatikan kapasitasnya jangan sampai embung atau danau mengalami pendangkalan sehingga daya tampung tidak maksimal, begitu juga dengan aliran air permukaan harus diperhatikan, ujar Dwikorita.

Baca Juga: Ini Sejumlah Pelonggaran yang Diberikan Pemerintah, Seiring Membaiknya Situasi Covid-19

"Yang tinggal di wilayah bantaran sungai perlu memonitor informasi cuaca, dan amati lingkungan kita apakah ada di zona rawan banjir atau longsor, lakukan langkah menjaga lingkungan," katanya menambahkan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:27 WIB
X