• Rabu, 26 Januari 2022

Petani Menyambut Positif Program Food Estate Temanggung, Dipercaya Meningkatkan Kesejahteraan

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:47 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau hasil budidaya petani di Temanggung, petani menyambut positif program food estate  (Foto : Arif Zaini Arrosyid)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau hasil budidaya petani di Temanggung, petani menyambut positif program food estate (Foto : Arif Zaini Arrosyid)

TEMANGGUNG, Harianmerapi.com - Petani menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam merealisasikan program food estate atau lumbung pangan di daerah tersebut.

Sebab percaya program food estate dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan kejelasan penjualan dan harga jual.

Ketua Kelompok Tani Desa Mrangen Kidul Kecamatan Bansari Susyudi mengatakan food estate menjanjikan dalam peningkatan kesejahteraan petani dan diperlukan peningkatan kapasitas petani.

"Petani dilatih dalam pengolahan lahan dan manajemen pertanian secara modern. Petani membutuhkan peningkatan sumberdaya manusia. Kami menyambut positif food estate ini," kata Susyudi, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: Keistimewaan adalah Eksistensi Kraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman dalam Mensejahterakan Masyarakat

Disampaikan selama ini budidaya hortikultura yang dilakukan petani lebih cenderung secara tradisional. Peralatan pertanian belum banyak menggunakan teknologi modern persiapan tanam lama.

"Kami masih gunakan cangkul, butuh waktu lama untuk persiapan lahan, apalagi ada kekurangan tenaga kerja untuk pengolahan lahan," kata dia.

Manajemen pertanian kata dia juga sederhana. Tenaga kerja dan lahan belum dihitung. Sehingga kadang tidak mentarget pendapatan yang lebih banyak.

Baca Juga: Lantunan Surat Al Hasyr Ayat 21 Membuka Acara Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI 2021 di Sofifi

Dia mengatakan dalam penentuan jenis komoditas yang ditanam dan waktunya juga belum mempertimbangkan prediksi iklim dan cuaca. Pemasaran cenderung secara alamiah.

"Banyak kerusakkan komoditas di lahan. Saat panen juga harga murah. Petani cenderung merugi," kata dia.

Dia mengemukakan beberapa waktu lalu, dari lahan satu hektare ditanami bawang merah, tembakau dan bawang putih serta cabai secara tumpangsari dan tumpang musim. Rupanya hasil panen rendah.

Seorang petani Marham mengatakan komoditas yang ditanam petani lebih banyak harganya rendah. Sekali dua kali mendapat harga tinggi tetapi teramat jarang. Kendala petani pada penjualan hasil panen. Selain masa pemeliharaan tanaman yang melelahkan dengan biaya tinggi.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 33: Menyesal Telah Menikah Muda

" Kami menginginkan adanya penjualan yang pasti dan harga yang pasti pula. Food estate diharapkan memberikan peningkatan kesejahteraan. Kami masuk dalam program itu," kata dia.

Bupati Temanggung Al Khadzik mengatakan program food estate optimis akan bagus karena mendapat asistensi program dalam pengelolaan hasil dan asistensi dalam marketnya.

" Program ini juga akan mendapatkan bantuan pembiayaan KUR yang tentunya syaratnya lebih mudah dibanding dengan sektor lainnya," kata dia.

Dia mengatakan lahan pertanian di Temanggung sangat subur dan memungkinkan untuk dibangun food estate secara lebih luas dari yang diminta Menteri Pertanian.

Baca Juga: Kemenangan Jojo Tingkatkan Rasa Percaya Diri Pasangan Ganda Fajar-Rian

"Food estate mulai sekarang bertepatan dengan menjelang musim hujan, sehingga lahan kini sedang selesai dari masa taman sebelumnya yang memulai masa tanam yang baru," kata dia.

Dia berharap pada masa tanam yang baru banyak kelompok tani terlibat dalam food estate ini. Mereka yang terlibat akan mendapat bantuan dan ilmu baru tentang budidaya pengelolaan hasil.

"Harapannya petani lain di Temanggung dapat belajar pada mereka yang terlibat dalam food estate," kata dia. *

Halaman:
1
2
3

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X