• Selasa, 7 Desember 2021

Gempa 4,8 Bali Akibat Sesar Lokal, Episenter di Kompleks Gunung Api Agung-Batur

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 08:35 WIB
   Tangkapan layar aplikasi Info BMKG terkait gempa bermagnitudo (M) 4,8 yang terjadi pukul 03.18 WIB di Karangasem, Bali, Sabtu (16/10/2021).  (ANTARA/Virna P Setyorini)
Tangkapan layar aplikasi Info BMKG terkait gempa bermagnitudo (M) 4,8 yang terjadi pukul 03.18 WIB di Karangasem, Bali, Sabtu (16/10/2021). (ANTARA/Virna P Setyorini)

 


JAKARTA, harianmerapi.com - Gempa bermagnitudo (M) 4,8 di Kabupaten Karangasem, Bali, pada Sabtu (16/10/2021) pukul 03.18 WIB menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi.


Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, gempa disebabkan oleh aktivitas sesar atau patahan aktif lokal.


Daryono menjelaskan, episentrum gempa terletak di koordinat 8,32 Lintang Selatan, 115,45 Bujur Timur, 8 kilometer (km) barat laut Karangasem dengan kedalaman 10 km, dan menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Segera Antisipasi Potensi Krisis Energi

“Memperhatikan mekanisme sumber gempa Bali M4,8 yang merusak pagi ini, tampak bahwa gempa yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas sesar atau patahan aktif lokal, bukan akibat sesar naik Flores (Flores Back Aec Thrusting,” ujar Daryono sebagaimana dikutip dari akun Twitter resminya @DaryonoBMKG, Sabtu.

Dia mengatakan meski ada dugaan karena lokasi episenter di kompleks gunung api Agung-Batur, bisa jadi ada kaitan dengan migrasi magma yang mencetuskan aktivitas sesar lokal.

“Pusat gempa Karangasem pagi ini terletak di zona gempa swarm Komplek Gunung Agung dan Gunung Batur pada tahun 2017,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: 4 Orang Tertimbun Material Akibat Gempa Bermagnitudo 4,8 di Denpasar

Dia menjelaskan gempa swarm yang pernah terjadi pada bulan September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar 4,2. Selanjutnya pada 8 November 2017 terjadi gempa paling kuat dengan M4,9 yang juga menimbulkan kerusakan ringan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X